TNBTS Waspadai Karhutla Meluas ke Kawasan Gunung Semeru

Proses penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Ranu Kembang, Gunung Semeru/Balai Besar TNBTS

TNBTS Waspadai Karhutla Meluas ke Kawasan Gunung Semeru

Daviq Umar Al Faruq • 30 August 2026 12:51

Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memperketat pemantauan terhadap potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke kawasan konservasi. Langkah ini dilakukan menyusul munculnya titik api di sejumlah wilayah yang berbatasan dengan kawasan TNBTS.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan titik api sebelumnya terdeteksi di Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, hingga Malang. Kebakaran di wilayah Pasuruan dan Probolinggo telah berhasil dipadamkan, tetapi potensi munculnya titik api baru masih dipantau.

"Namun masih ada potensi titik api yang sekarang di areal Perum Perhutani dan tidak menutup kemungkinan itu akan merembet lagi ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Namun petugas kami tetap standby untuk memantau semua titik api yang sudah dipadamkan maupun ada potensi untuk menyala kembali," kata Bambang, Kamis, 28 Agustus 2026.

Pemantauan dilakukan terutama di kawasan perbatasan untuk mengantisipasi api kembali muncul atau menjalar menuju wilayah TNBTS.

Penanganan karhutla juga dilakukan di kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan helikopter untuk melakukan pemadaman melalui metode water bombing di sejumlah titik yang sulit dijangkau petugas dari darat.
 


Bambang menyebut penyiraman udara dilakukan di Blok Ayek-ayek, Gunung Kukusan, hingga Watu Pecah yang berada di sekitar perbatasan Lumajang dan Malang.

"Atas bantuan dari Pemprov Jawa Timur sudah dilakukan water bombing melalui helikopter. Terdapat 13 kali upaya penyiraman melalui water bombing. Di khususnya di sekitar Ayek-ayek yang menuju Gunung Kukusan dan juga Watu Pecah ya itu di perbatasan Lumajang dengan Kabupaten Malang," terang Bambang.

Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan untuk mengendalikan titik api di wilayah perbatasan dan mencegah penyebarannya menuju kawasan TNBTS. TNBTS mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan karhutla. Dukungan berasal dari BPBD, TNI, Polri, masyarakat sekitar, hingga pemandu gunung yang terlibat dalam upaya pemadaman.

"Kami dari TNBTS mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam upaya pemadaman termasuk BPBD dari Kabupaten masing-masing baik Probolinggo, Pasuruan maupun Lumajang. Kemudian TNI Polri dan tentunya juga para komando yang tergabung dalam PPGST, pemandu Gunung Semeru dan tak lupa juga warga sekitar, warga di khususnya di Ranupani, di Desa Argosari dan juga di desa di Kabupaten Pasuruan maupun Probolinggo," ujar Bambang.


Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, saat meninjau Ranu Kumbolo di kawasan Gunung Semeru. (metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq)


Menurut pengelola TNBTS, keterlibatan berbagai pihak diperlukan dalam menangani kebakaran di wilayah dengan kondisi medan yang sulit dijangkau. Di tengah kondisi musim kemarau, TNBTS mengingatkan masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pengelola juga masih menutup sementara akses kunjungan menuju Ranu Kumbolo.

"Kami mengharapkan kepada semua masyarakat umum karena mengingat sekarang masa kemarau dan sangat kering untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan potensi kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian pada semua pihak karena dengan kebakaran ini sementara kunjungan ke Ranu Kumbolo kami tutup dan itu bisa mengakibatkan dampak ekonomi pada masyarakat di sekitar," tegas Bambang.

TNBTS masih memantau kondisi kawasan sebelum membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo. Pembukaan akses akan dilakukan setelah kawasan dinyatakan aman dari ancaman kebakaran.

Otoritas TNBTS juga meminta dukungan masyarakat agar penanganan karhutla di kawasan Bromo dan Semeru dapat segera diselesaikan.

"Mohon dukungan dan doanya agar pemadaman ini dapat diselesaikan dan jalur di pendakian Semeru sampai ke Ranu Kumbolo dapat dibuka kembali," tutup Bambang.

(Whisnu M)