Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet.
Prabowo Tekankan Pembangunan Hunian Pengungsi NTT Tunggu Rekomendasi BMKG
Fachri Audhia Hafiez • 26 August 2026 16:29
Nagekeo: Presiden Prabowo Subianto mengingatkan proses pembangunan hunian tetap dan perbaikan rumah bagi warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus dalam kondisi aman. Rekomendasi kondisi aman dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) patut diperhatikan.
“Saya kira kita tetap mengacu saja kepada BMKG. Kalau mereka menilai sudah aman untuk mulai membangun, baru kita mulai bangun,” kata Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan dampak gempa NTT di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Nagekeo, NTT, dilansir Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca Juga :
BNPB: 143 Kali Gempa Susulan Dirasakan Warga NTT
Prabowo menegaskan bahwa aspek keselamatan masyarakat harus diutamakan sebelum tahap rehabilitasi fisik dimulai. Langkah ini untuk mengantisipasi bahaya gempa susulan di kawasan episentrum.
“Kita tahu, semuanya ingin lebih cepat, normal, tetapi kalau memang alamnya seperti itu, kita juga tidak bisa memaksakan,” kata Prabowo.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan bahwa pihaknya melakukan pemantauan harian terhadap fluktuasi aktivitas seismik di Pulau Flores. Hal ini untuk menentukan tenggat aman relokasi dan rekonstruksi.
“Tiap hari kami evaluasi, kalau sudah enam hari berturut-turut terus mengalami penurunan, nanti akan kita umumkan,” ujar Faisal.
BMKG memperkirakan aktivitas kegempaan di Flores mulai membaik dan stabil secara bertahap dalam kurun waktu empat pekan sejak gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan pemutakhiran data, frekuensi gempa susulan tercatat mencapai 143 kali.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan dampak kerusakan bencana gempa hingga Rabu mencakup 105 korban jiwa, 1.678 orang luka-luka, 179.073 pengungsi, serta 81.436 unit rumah rusak.
Suharyanto menambahkan bahwa sebagian warga mengungsi dipicu rasa trauma akibat bayangan gempa susulan. Namun, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melaporkan pengungsi di wilayah Kabupaten Sikka mulai berangsur kembali ke rumah, dan penyiapan hunian sementara (huntara) telah berjalan.
“Sementara kan bangunan yang semipermanen, relatif aman terkait gempa, tetapi lebih baik daripada tinggal di tenda. Kita sudah mulai bangun,” ucap Suharyanto.