Karhutla Nyaris Dekati Runway Bandara H. Asan Sampit, Api Berhasil Diminalisasi

Bandar Udara H. Asan Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/Akhmaddiannor )

Karhutla Nyaris Dekati Runway Bandara H. Asan Sampit, Api Berhasil Diminalisasi

Akhmaddiannor • 1 September 2026 22:03

Kotawaringin Timur: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sekitar kawasan Bandar Udara H. Asan Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa, 1 September 2026. Kobaran api bahkan sempat hampir mendekati kawasan ujung landasan pacu (runway), tepatnya di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Penanganan cepat langsung dilakukan tim satgas karhutla guna mencegah api meluas dan mengganggu keselamatan penerbangan. Tim satgas gabungan dari unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan bergerak sigap melakukan pemadaman agar lahan yang terbakar tidak semakin membesar.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II H. Asan Sampit, Abdul Haris, memastikan api telah berhasil dimininalisasi sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan.

"Bahwa setelah mendapat informasi (karhutla) dari petugas bandara, pihak bandara berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui kantor BPBD setempat. Saat itu juga BPBD langsung menindaklanjuti titik api, sehingga setiap akan ada kegiatan penerbangan, titik api sudah bisa diminimalisir sehingga tidak mengganggu kegiatan penerbangan," jelas Haris, Selasa, 1 September 2026.


Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II H. Asan Sampit, Abdul Haris. Metro TV/Akhmaddiannor )

Proses pemadaman di lapangan dilakukan dengan mengerahkan kendaraan double cabin yang dimodifikasi untuk mengangkut pasokan air menggunakan tangki. Tercatat ada tujuh titik kebakaran yang berhasil dipadamkan oleh tim satgas gabungan pada hari ini.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena selain mengancam area sekitar bandara, kepulan asap tebal yang ditimbulkan oleh karhutla berpotensi mengganggu jarak pandang penerbangan pesawat.

(Lukman Diah Sari)