Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo Difokuskan di Blok B

Helikopter polisi menumpahkan air untuk memadamkan kebakaran sampah di TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/YU

Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo Difokuskan di Blok B

Silvana Febiari • 8 September 2026 09:17

Solo: Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, menunjukkan perkembangan positif. Area terbakar secara umum berkurang, dengan Blok C dan Blok D dinyatakan aman hingga Senin malam, 7 September 2026. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemadaman masih difokuskan di Blok B karena sejumlah titik api masih ditemukan.

"Tim gabungan menargetkan pemadaman Blok B dapat dituntaskan dalam waktu tujuh hari ke depan, dengan pelaksanaan operasi disesuaikan perkembangan kondisi di lapangan," kata Berton dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026. 


Penanganan diprioritaskan di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang masih terdapat titik api. Tim menggunakan metode injeksi dan penyemprotan air melalui jalur darat untuk menjangkau area yang masih terbakar.

Ketersediaan air untuk mendukung operasi juga terus dipastikan, antara lain dengan mengoptimalkan hydrant di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta menambah tandon air. Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan suplai air selama proses pemadaman berlangsung.

"Upaya penanganan melibatkan unsur pemadam kebakaran dari wilayah Solo Raya, Semarang, dan Cilacap, serta diperkuat personel TNI, Polri dan relawan," ungkap Berton. 

Dukungan lintas wilayah tersebut dilakukan untuk mengatasi keterbatasan personel dan memperkuat operasi pemadaman di lapangan. Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah kondisi sejumlah selang pemadam yang mengalami kerusakan dan kebocoran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung penanganan pada masa darurat melalui penyediaan sarana, prasarana dan peralatan yang diperlukan di lapangan. BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mulai mempersiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya penanganan. 

"Pelaksanaan OMC akan menyesuaikan dengan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan operasional," bebernya.


Pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo Solo dengan water bombing. Metrotvnews.com/ Triawati Prihatsari.


Seiring berlanjutnya proses pemadaman, kondisi asap juga dilaporkan semakin berkurang. Namun, dampak asap masih dirasakan di sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar, khususnya Dusun Sulurejo RT 05 hingga RT 10, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo. 

"Sebanyak 105 jiwa warga terdampak saat ini berada di lokasi pengungsian di GOR UTP Desa Plesungan," terang Berton. 

Penanganan dampak asap dilakukan bersamaan dengan proses pemadaman. Langkah ini untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Pemerintah dan tim gabungan terus mengoptimalkan operasi hingga Blok B yang masih terbakar dapat dipadamkan secara menyeluruh sesuai target penanganan. Pemenuhan kebutuhan personel, air, sarana pemadaman dan peralatan pendukung terus dikoordinasikan untuk mempercepat proses tersebut. 

Dukungan yang masih dibutuhkan antara lain selang pemadam berbahan rubber, sarung tangan, pipa injeksi, nozzle, masker medis dan masker full face, serta obat-obatan, vitamin dan tetes mata. Dukungan tiga unit alat berat juga diperlukan untuk memperkuat penanganan di area TPA.

"BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait akan terus memantau perkembangan kebakaran, khususnya proses pemadaman di Blok B, serta dampak asap terhadap masyarakat," ujar Berton.

Masyarakat di sekitar lokasi terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan. Warga juga diminta menggunakan pelindung pernapasan jika kualitas udara menurun akibat paparan asap.

(Silvana Febiari)