Update Erupsi Gunung Ile Lewotolok di NTT: 397 Letusan Sehari

Visual Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (3/9). Foto: Magma Indonesia

Update Erupsi Gunung Ile Lewotolok di NTT: 397 Letusan Sehari

Palce Amalo • 3 September 2026 11:29

Lembata: Gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan tingkat aktivitas erupsi yang masih tinggi. Dalam periode pengamatan 2 September 2026 pukul 00.00–24.00 Wita, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) mencatat sebanyak 397 kali letusan.

Petugas PGA Ile Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game, mengatakan rentetan letusan tersebut memiliki amplitudo 30 hingga 40 milimeter dengan durasi gempa berkisar antara 24 hingga 133 detik. Aktivitas vulkanik ini juga menghasilkan kolom asap putih, kelabu, hingga hitam dengan ketinggian sekitar 500 hingga 700 meter di atas puncak kawah.

“Dalam sehari tercatat 397 kali letusan. Selain itu, kami juga merekam 97 kali gempa hembusan dan 78 kali tremor non-harmonik,” kata Nanda dalam laporan resmi aktivitas Gunung Ile Lewotolok, Kamis, 3 September 2026.


Ilustrasi-Aktivitas Gunung Ili Lewotolok, di Lembata, NTT, Selasa, 26 Agustus 2025. (Magma Indonesia)

Selain dentuman letusan, aktivitas vulkanik gunung api aktif ini ditandai dengan masih terpantaunya pergerakan aliran lava yang menjalar ke dua sektor berbeda. Aliran lava di sektor selatan-tenggara telah merayap sejauh kurang lebih 1,8 kilometer dari bibir kawah, sementara aliran lava di sektor timur laut mencapai sekitar 1,1 kilometer.

"Selain 397 gempa letusan, Pos PGA juga mencatat satu gempa vulkanik dalam serta dua tremor harmonik selama periode pengamatan tersebut," jelasnya.

Masyarakat Diimbau Waspada Guguran Lava

Mengingat tingginya aktivitas vulkanik, status Gunung Ili Lewotolok saat ini masih berada di Level II (Waspada). Masyarakat serta wisatawan diimbau untuk tidak memasuki zona bahaya dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas kawah, serta memperluas jarak aman hingga radius 3 kilometer khusus untuk sektor selatan dan tenggara. Warga yang tinggal di sekitar lereng gunung juga diminta untuk mewaspadai potensi ancaman guguran atau longsoran lava serta awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu di sektor selatan-tenggara, barat, hingga timur laut.

Masyarakat yang terpapar abu vulkanik diimbau untuk mengenakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan, serta menutup rapat wadah atau penampungan air bersih guna menghindari kontaminasi.

(Lukman Diah Sari)