Menhub Sebut Presiden Pantau Dampak Erupsi Anak Krakatau Terhadap Transportasi

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Menhub Sebut Presiden Pantau Dampak Erupsi Anak Krakatau Terhadap Transportasi

Fachri Audhia Hafiez • 7 September 2026 04:08

Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan Presiden Prabowo Subianto terus memantau secara intensif perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap sektor transportasi. Khususnya operasional penerbangan nasional.

"Beliau concern, beliau hampir setiap saat meminta supaya di-update bagaimana kondisi penerbangan kita," kata Dudy dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 6 September 2026.
 


Dudy menjelaskan bahwa Presiden telah memberikan arahan tegas agar seluruh pemangku kepentingan mengantisipasi pergerakan sebaran abu vulkanik dan dinamika cuaca di lapangan.

"Instruksi Presiden sudah jelas bahwa kita harus mengantisipasi segala sesuatunya," ujar Dudy.

Berdasarkan pemantauan langsung Menhub di pusat kendali Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB. Langkah penutupan ini diambil demi menjamin keselamatan operasional penerbangan akibat pergerakan abu vulkanik ke arah timur.

Adapun delapan bandara yang dihentikan sementara operasionalnya meliputi Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Budiarto Curug (Tangerang), Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat), dan Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam).


Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Foto: Dok. Kemenhub.

Sebelumnya, Kepala Negara mengimbau warga di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan pesisir Selat Sunda untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," kata Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa jajaran terkait dari BNPB, BMKG, TNI, Polri, Kemenhub, Kemenkes, hingga Pemerintah Daerah telah dikerahkan untuk terus siaga serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

(Fachri Audhia Hafiez)