5 Aplikasi Investasi Saham Luar Negeri untuk Investor Indonesia yang Praktis

Ilustrasi investor memantau pergerakan harga saham melalui aplikasi investasi di perangkat seluler. (Foto: Freepik)

5 Aplikasi Investasi Saham Luar Negeri untuk Investor Indonesia yang Praktis

Patrick Pinaria • 8 September 2026 14:01

Jakarta: Membeli saham perusahaan global kini semakin mudah karena investor Indonesia memiliki lebih banyak pilihan platform investasi. Selain broker internasional, hadir pula aplikasi yang menawarkan saham tertokenisasi sebagai alternatif. 

Salah satunya adalah Pintu yang menghadirkan fitur tokenisasi saham yang memungkin kamu membeli saham perusahaan Amerika, seperti saham NVIDIA, Apple, Tesla, Alphabet, Coinbase, Microstrategy, Meta, yang sering menjadi perhatian karena memiliki bisnis global dan pertumbuhan yang menarik. 

Namun, akses terhadap saham Nvidia tidak selalu harus dilakukan melalui broker asing. Saat ini, investor dapat memanfaatkan platform yang menawarkan tokenized stocks sehingga akses terhadap aset global menjadi lebih sederhana.

Bagi investor yang ingin beli saham Nvidia, salah satu alternatifnya adalah menggunakan fitur tokenisasi saham di Pintu. Melalui produk tersebut, pengguna memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga saham NVIDIA dalam bentuk token digital. 
 

5 aplikasi investasi saham luar negeri

Berikut 5 aplikasi investasi saham luar negeri yang bisa kamu pertimbangkan, di antaranya adalah:
 

1. Pintu

Pintu menawarkan pendekatan yang cukup berbeda dibandingkan aplikasi sekuritas konvensional. Platform ini menghadirkan US Stocks dalam bentuk tokenized stocks, sehingga pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan Amerika melalui aset crypto berbasis blockchain.

Secara sederhana, tokenized stocks merupakan representasi digital 1:1 dari saham yang menjadi aset acuan. Penerbit membeli dan menyimpan saham asli sebagai underlying asset, kemudian menerbitkan token yang mengikuti pergerakan nilai saham tersebut. 

Salah satu kelebihan yang ditawarkan Pintu adalah fleksibilitas transaksi. Tokenized stocks dapat diperdagangkan 24/7, sehingga investor tidak harus menunggu jam perdagangan bursa tradisional. Selain itu, Pintu menyebut pembelian dapat dilakukan mulai dari Rp11.000 dan pengguna dapat menggunakan rupiah untuk membeli token saham AS. 
 

Pilihan asetnya juga cukup beragam. Saat ini, kategori US Stocks (Tokenized) Pintu mencakup NVIDIA dengan ticker NVDAX, Tesla dengan TSLAX, Alphabet dengan GOOGLX, Apple dengan AAPLX, Meta dengan METAX, Coinbase dengan COINX, Robinhood dengan HOODX, Microsoft dengan MSFTON, serta MicroStrategy dengan MSTRON.

Tokenized stocks memberikan economic exposure terhadap saham acuan, tetapi tidak memberikan hak kepemilikan langsung seperti hak voting. Selain itu, token tersebut tidak dapat ditukarkan menjadi saham asli.
 

2. Webull

Memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan platform broker saham. Aplikasi ini dirancang untuk investor yang ingin memantau pasar sekaligus melakukan analisis sebelum mengambil keputusan.

Webull menonjolkan berbagai perangkat analisis yang dapat membantu investor membaca kondisi pasar. 

Anda dapat memantau pergerakan harga, grafik, berita, dan informasi perusahaan. Karena itu, aplikasi ini cocok bagi investor yang ingin lebih aktif dalam mengamati saham dan menyusun strategi berdasarkan data.

Tampilan informasi yang cukup detail juga menjadi salah satu daya tarik Webull. Investor dapat melihat perubahan harga dan berbagai indikator sehingga mereka tidak hanya mengandalkan rekomendasi dari pihak lain.

Bagi investor pemula, fitur simulasi atau paper trading juga dapat membantu proses belajar apabila tersedia pada wilayah akun yang digunakan. Melalui simulasi, pengguna dapat memahami cara kerja transaksi tanpa langsung mempertaruhkan modal. 

Namun, investor Indonesia harus memperhatikan persyaratan layanan berdasarkan negara domisili. Ketersediaan produk, pembukaan akun, fitur, serta instrumen dapat berbeda menurut yurisdiksi. Oleh karena itu, calon pengguna perlu memeriksa ketentuan terbaru sebelum menggunakan platform.
 

3. Bittime

Menjadi pilihan lain bagi investor yang tertarik menggabungkan ekosistem aset digital dengan eksposur terhadap perusahaan global. Platform ini menghadirkan tokenized stocks yang nilainya mengikuti harga saham perusahaan publik secara 1:1.

Bittime menjelaskan tokenized stocks tidak berarti pengguna membeli saham secara langsung melalui broker konvensional. Sebaliknya, pengguna memegang token digital yang merepresentasikan nilai saham acuan, sedangkan saham dasar disimpan oleh penerbit melalui kustodian berlisensi.

Dari sisi pilihan aset, Bittime menyediakan berbagai token yang mengikuti saham perusahaan besar. Pengguna dapat menemukan aset seperti Apple, NVIDIA, Tesla, Coinbase, AMD, Netflix, Starbucks, Palantir, Alibaba, Broadcom, Eli Lilly, Procter & Gamble, dan Cisco. 

Bittime menawarkan fleksibilitas lain karena tokenized stocks dapat diperdagangkan tanpa mengikuti jam tutup bursa saham konvensional. Selain itu, platform tersebut menyebut pengguna dapat mulai dengan nominal yang relatif kecil dan tidak perlu membuka rekening broker asing untuk mengakses produk tokenisasi.

Menariknya, Bittime juga memperkenalkan fitur Earn untuk US Tokenized Stocks. Fitur tersebut memungkinkan pengguna memperoleh reward berdasarkan program yang berlaku. Bittime menyebut program Flexible Staking dapat memberikan potensi reward hingga 7 persen APR untuk aset tertentu, meskipun angka tersebut bukan jaminan keuntungan dan dapat berubah mengikuti ketentuan program. 
 

4. Phillip Sekuritas Indonesia/POEMS

Berbeda dari dua platform sebelumnya, Phillip Sekuritas Indonesia melalui POEMS menawarkan pendekatan perusahaan sekuritas. Karena itu, platform ini dapat menarik bagi investor yang lebih terbiasa dengan mekanisme pasar modal konvensional.

POEMS memungkinkan pengguna mengakses layanan investasi melalui perangkat digital. Investor dapat memantau portofolio dan melakukan aktivitas investasi tanpa harus selalu datang ke kantor sekuritas.

Phillip Sekuritas juga memiliki sejumlah fitur untuk mendukung pengelolaan investasi. Beberapa di antaranya adalah SmartStart, SmartPlan, SmartSafe, dan Autosweep. Dengan adanya fitur tersebut, investor dapat menyesuaikan pengelolaan dana dan strategi investasi berdasarkan kebutuhannya.
 

Keuntungan lain terletak pada dukungan ekosistem sekuritas lokal. Investor dapat memperoleh informasi pasar dan layanan yang lebih dekat dengan karakter investor Indonesia. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan pendampingan dalam memahami pasar modal.
 

5. Mirae Asset

Melengkapi daftar ini dengan pendekatan sekuritas yang mengutamakan layanan investasi dan informasi pasar. Platform tersebut dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin membangun portofolio melalui perusahaan sekuritas dengan dukungan layanan digital.

Salah satu aspek yang penting bagi investor adalah ketersediaan informasi. Sebelum membeli saham, investor perlu memahami kondisi perusahaan, tren industri, serta faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi harga.

Mirae Asset juga memiliki layanan digital yang memungkinkan investor memantau investasi secara lebih praktis. Pengguna dapat memeriksa portofolio dan mengikuti perkembangan pasar melalui perangkat yang digunakan sehari-hari.

Namun, investor yang secara khusus mencari saham luar negeri harus memastikan akses pasar internasional yang tersedia melalui layanan yang dipilih. Sebab, cakupan bursa dan produk dapat berbeda antara satu platform dengan platform lainnya.

Kesimpulannya, investasi saham luar negeri kini memiliki lebih banyak jalur. Pintu dan Bittime menawarkan tokenized stocks yang memberikan eksposur terhadap berbagai perusahaan global, sedangkan Webull menghadirkan pengalaman broker dengan perangkat analisis. 

Sementara itu, Phillip Sekuritas/POEMS dan Mirae Asset dapat menjadi pilihan bagi investor yang lebih menyukai ekosistem sekuritas.

Aplikasi terbaik bukan selalu platform dengan aset paling banyak, melainkan platform yang paling sesuai dengan tujuan dan tingkat pemahaman investor. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif. 

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

(Patrick Pinaria)