Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari
Destry Tegaskan Fokus BI Jaga Stabilitas Ekonomi
Andika Fauzan Azhari • 2 September 2026 19:03
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa arah kebijakan otoritas moneter di bawah kepemimpinannya akan berfokus penuh menjaga stabilitas ekonomi nasional. Langkah ini menjadi prioritas utama untuk menjaga pasar keuangan domestik dari ancaman ketidakpastian global.
Prosesi pengucapan sumpah jabatan yang berlangsung pada Rabu, 2 September 2026 ini juga melantik Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI serta Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026 - 2031.
Destry menyoroti dinamika ekonomi global saat ini yang masih diwarnai oleh fenomena higher for longer, ditandai dengan tingginya suku bunga negara maju, inflasi yang belum mereda, hingga lonjakan yield obligasi di pasar internasional. Kondisi ini dinilai akan terus memberi tekanan terhadap perekonomian dalam negeri.
Merespons potensi gejolak tersebut, Ia memastikan kebijakan jangka pendek BI akan memprioritaskan penjagaan stabilitas nilai tukar dan pengendalian inflasi sebagai fondasi utama sebelum mendorong ekspansi pertumbuhan.
"Stabilitas itu menjadi sangat penting untuk kami, karena tentunya dengan kita memiliki ekonomi yang stabil, tentu ruang-ruang untuk pertumbuhan ekonomi itu menjadi semakin luas. Stance dari kami ke depan tentu tetap pertama kita akan mengupayakan stabilitas," kata Destry usai dilantik di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Guna memperkuat kerangka kerja tersebut, Destry mengungkapkan Bank Indonesia akan mengusung prinsip 3I+S yang mencakup kebijakan berdampak (impactful), inklusif, dan integratif, dengan landasan Sinergi Merah Putih.

(Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman, Gubernur BI Destry Damayanti, dan Deputi Gubernur BI Solikin M Juhro. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari)
Optimalkan bauran kebijakan dan UU P2SK
Selain meredam ketidakpastian global, BI siap mengoptimalkan seluruh instrumen bauran kebijakan (policy mix) yang mencakup sektor moneter, makroprudensial, hingga sistem pembayaran. Kebijakan ini diselaraskan dengan amanah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang P2SK untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.Destry menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor bersama kementerian dan lembaga terkait akan terus diperkuat. Sinergi ini krusial untuk memastikan pasokan dan pasarnya tetap terjaga, sekaligus menopang pertumbuhan sektor riil dan pembukaan lapangan kerja baru.
"Tidak dengan Bank Indonesia sendiri, kita bisa mengajak tentunya bersama dengan Sinergi Merah Putih itu, khususnya juga dalam menangani masalah-masalah domestik seperti inflasi. Kita juga punya mandat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif," ujarnya.
Melalui komitmen kepemimpinan Dewan Gubernur yang baru ini, Bank Indonesia optimistis bauran kebijakan yang terukur dan sinergi antarlembaga yang solid mampu menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut.