Indonesia Punya 13 Zona Megathrust, Ini Daftarnya

Ilustrasi. Metrotvnews.com.

Indonesia Punya 13 Zona Megathrust, Ini Daftarnya

Arga Sumantri • 26 January 2026 14:42

Jakarta: Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan gempa karena terletak di zona pertemuan tiga lempeng tektonik, Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Interaksi antara lempeng tersebut mengakibatkan seringnya terjadi gempa bumi di daerah Indonesia. 

Keberadaan banyak gunung berapi aktif juga menambah tingkat aktivitas seismik yang tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pada 1 Januari 2026, Indonesia mengalami 151 gempa bumi. Sebagian besar dari gempa yang terjadi memiliki magnitudo kurang dari lima, dengan total 149 kejadian. 

Sedangkan, dua lainnya memiliki kekuatan lebih dari lima. BMKG juga menegaskan pentingnya 13 zona megathrust yang ada di sekitar Indonesia. 
Meskipun waktu terjadinya gempa besar tidak dapat diprediksi, potensi energi yang bisa dilepaskan di zona tersebut menjadi hal penting untuk kesiapan dan pengurangan risiko bencana

Faktanya, Indonesia memiliki zona megathrust, area yang menjadi pertemuan lempeng dan subduksi. Fenomeni ini berpotensi menciptakan gempa berkekuatan tinggi dan dapat menghasilkan tsunami yang sangat besar.

Ilustrasi. Medcom.id

Berikut ini daftar lengkap 13 zona megathrust di Indonesia beserta potensi magnitudo maksimumnya:
  1. Megathrust Aceh–Andaman: potensi M 9,2
  2. Megathrust Nias–Simeulue: potensi M 8,7
  3. Megathrust Batu: potensi M 7,8
  4. Megathrust Mentawai–Siberut: potensi M 8,9
  5. Megathrust Mentawai–Pagai: potensi M 8,9
  6. Megathrust Enggano: potensi M 8,4
  7. Megathrust Selat Sunda: potensi M 8,7
  8. Megathrust Jawa Barat–Jawa Tengah: potensi M 8,7
  9. Megathrust Jawa Timur: potensi M 8,7
  10. Megathrust Sumba: potensi M 8,5
  11. Megathrust Sulawesi Utara: potensi M 8,5
  12. Megathrust Filipina (Lempeng Laut Filipina): potensi M 8,2
  13. Megathrust Papua: potensi M 8,7
Sebanyak dua segmen di antaranya menjadi fokus utama karena sudah lama tidak melepaskan energi besar. Pertama, Megathrust Selat Sunda yang terakhir kali berujung gempa besar pada 1757 dan kedua Megathrust Mentawai–Siberut belum aktif sejak gempa 1797.

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)