Pesawat Kecil Hilang di Kolombia yang Mengangkut 15 Penumpang

Ilustrasi Anadolu

Pesawat Kecil Hilang di Kolombia yang Mengangkut 15 Penumpang

Fajar Nugraha • 29 January 2026 05:12

Bogota: Pesawat hilang di hutan terpencil dekat perbatasan timur dengan Venezuela. Anggota parlemen Kolombia termasuk di antara 15 orang penumpang.

Tim pencarian dan penyelamatan di Kolombia sedang mencari pesawat penumpang yang membawa 15 penumpang yang hilang di dekat perbatasan timur dengan Venezuela.

“Dua awak pesawat termasuk di antara penumpang, yang termasuk seorang perwakilan kongres Kolombia dan seorang kandidat yang maju dalam pemilihan mendatang,” menurut pejabat setempat dan laporan media, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis 29 Januari 2026.

Masih belum jelas apa penyebab hilangnya pesawat, tetapi sumber Pengendalian Lalu Lintas Udara setempat mengatakan riwayat penerbangan pesawat menunjukkan penurunan ketinggian secara tiba-tiba 11 menit sebelum diperkirakan mendarat di Ocana.

Penerbangan tersebut, yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan komersial milik pemerintah Satena, sedang dalam perjalanan dari Cucuta ke Ocana, dua kota di departemen Santander Utara yang berbatasan dengan Venezuela, ketika pesawat tersebut keluar dari jangkauan radar.

“Direktorat Investigasi Kecelakaan @AerocivilCol melaporkan bahwa mereka sedang mengumpulkan informasi mengenai hilangnya komunikasi dari pesawat HK4709, yang terbang di rute Cucuta-Ocaña dengan 13 penumpang dan 2 awak pesawat,” tulis Maria Fernanda Rojas, Menteri Perhubungan Kolombia, dalam sebuah unggahan di X.

“Protokol terkait telah diaktifkan, dan kami telah memulai PMU,” tambah Rojas, merujuk pada “Pos Komando Terpadu” yang dibentuk untuk menanggapi keadaan darurat.

Pesawat tersebut hilang di daerah terpencil yang ditandai dengan hutan lebat, sehingga mempersulit upaya pencarian dan penyelamatan.

Di antara para penumpang terdapat Diogenes Quintero, seorang anggota parlemen yang memegang kursi khusus untuk korban konflik. Ia didampingi oleh Carlos Salcedo Salazar, seorang kandidat yang mencalonkan diri untuk kursi yang sama.

Seorang pejabat pemerintah setempat, yang meminta namanya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara kepada pers, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pihak berwenang menduga pesawat tersebut terpengaruh oleh kondisi cuaca buruk.

Perdagangan Narkoba

Wilayah Catatumbo juga merupakan zona konflik aktif dan merupakan rumah bagi perkebunan koka terbesar di dunia, tanaman yang menghasilkan bahan baku yang digunakan untuk membuat kokain.

Baik perdagangan narkoba maupun lokasi strategis wilayah tersebut di perbatasan Venezuela telah menjadikannya pusat konflik bersenjata antara kelompok pemberontak.

Pada Januari tahun lalu, bentrokan kekerasan antara Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan Frente 33, sebuah kelompok pembangkang dari pejuang FARC yang telah didemobilisasi, menyebabkan lebih dari 50.000 orang mengungsi di wilayah tersebut.

Rute dari Cucuta ke Ocana baru mulai beroperasi pada Juni tahun lalu, menandai tonggak penting bagi wilayah yang secara historis memiliki koneksi jalan yang buruk ke kota-kota besar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)