Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
PVMBG Imbau Warga Waspadai Potensi Longsor Susulan di Pasirlangu
Roni Kurniawan • 30 January 2026 13:56
Bandung Barat: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menegaskan potensi gerakan tanah susulan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih tergolong tinggi. Ancaman itu terutama dipicu curah hujan yang hingga kini masih berlangsung dengan intensitas cukup tinggi.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala PVMBG Badan Geologi, Edi Slameto, mengatakan kondisi geologi dan morfologi wilayah Pasirlangu membuat kawasan tersebut rawan mengalami longsor lanjutan maupun aliran bahan rombakan.
"Bukan hanya Pasirlangu, lembah-lembah lain dengan karakteristik morfologi dan geologi serupa, khususnya di kaki Gunung Burangrang, memiliki potensi kejadian yang sama," ujar Edi di kantor Badan Geologi, Kota Bandung, Jumat, 30 Januari 2026.
Edi menuturkan, berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, wilayah Pasirlangu masuk dalam kategori Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Longsor berpotensi terjadi apabila curah hujan berada di atas kondisi normal atau terdapat gangguan pada kestabilan lereng, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia.
Sebagai langkah mitigasi, PVMBG merekomendasikan relokasi permukiman terdampak ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, diperlukan normalisasi sungai serta pembangunan bangunan pengendali seperti sabo dam untuk menekan erosi dan mengurangi limpasan material longsoran.
"Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di lereng atas, serta segera menjauh apabila debit sungai meningkat atau air berubah menjadi keruh," tegas Edi.
.jpg)
Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
PVMBG juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pemantauan debit sungai, melakukan pemetaan jalur aliran debris, serta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bahaya gerakan tanah.
"Masyarakat harus selalu mengikuti arahan BPBD dan aparat pemerintah setempat demi keselamatan bersama," ungkapnya.