ELAC dalam Pesawat Airbus A320: Fungsi, Peran, dan Risiko Gangguannya

Pesawat Airbus A320. (EPA-EFE)

ELAC dalam Pesawat Airbus A320: Fungsi, Peran, dan Risiko Gangguannya

Willy Haryono • 1 December 2025 19:28

Leiden: Perusahaan Airbus memerintahkan pembaruan perangkat lunak pada sekitar 6.000 pesawat keluarga A320, lebih dari separuh total armada globalnya, setelah ditemukan bahwa radiasi matahari berintensitas tinggi dapat merusak sistem kendali penerbangan yang sangat krusial. Langkah ini memicu salah satu penarikan (recall) pesawat terbesar dalam sejarah industri penerbangan.

Insiden ini menjadi salah satu penarikan terbesar dalam 55 tahun sejarah Airbus dan terjadi hanya beberapa pekan setelah A320 menyalip Boeing 737 sebagai model pesawat yang paling banyak dikirimkan ke operator.

Saat Airbus mengeluarkan buletin kepada lebih dari 350 operator pesawatnya, sekitar 3.000 jet keluarga A320 diketahui sedang mengudara.

Direktif darurat yang diterbitkan pada 29 November tersebut menyebabkan pembatalan dan keterlambatan penerbangan secara luas di berbagai belahan dunia, berdampak pada jutaan penumpang di tengah puncak arus perjalanan libur Thanksgiving di Amerika Serikat.

Kebijakan ini menyusul insiden pada 30 Oktober, ketika sebuah penerbangan JetBlue dari Cancun menuju Newark tiba-tiba menukik tanpa perintah dari pilot, melukai sejumlah penumpang dan memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida.

Apa Itu ELAC?

Dikutip dari Economic Times, Senin, 1 Desember 2025, penyelidik menelusuri gangguan tersebut ke komputer ELAC 2 milik pesawat—sistem yang mengendalikan permukaan elevator dan aileron—setelah radiasi matahari yang intens merusak data penting yang diperlukan untuk menjaga stabilitas penerbangan.

Dalam kilas balik sejarah, keluarga A320 merevolusi penerbangan komersial saat diluncurkan pada 1984 sebagai pesawat komersial pertama yang secara luas menggunakan teknologi fly-by-wire—menggantikan kendali mekanis dengan sistem elektronik. Meski inovasi ini meningkatkan efisiensi dan keselamatan, teknologi tersebut juga membuka kerentanan baru terhadap gangguan elektromagnetik.

Semburan massa korona dari Matahari melepaskan partikel bermuatan tinggi ke atmosfer Bumi. Pada ketinggian di atas 28.000 kaki, partikel ini menghasilkan tambahan radiasi atmosfer yang mampu merusak sistem elektronik pesawat.

Sistem ELAC berfungsi menerjemahkan perintah pilot dari side-stick di kokpit menjadi sinyal elektronik untuk mengendalikan aileron di sayap dan elevator di ekor pesawat—dua komponen utama yang mengatur gerak naik-turun dan kemiringan pesawat. Ketika data ELAC terkorupsi akibat radiasi matahari, pesawat dapat melakukan manuver tanpa perintah, seperti yang dialami penumpang JetBlue saat pesawat mereka tiba-tiba kehilangan ketinggian tanpa peringatan.

Perusahaan Prancis Thales, produsen perangkat keras ELAC, menyatakan bahwa komputer buatannya sepenuhnya memenuhi spesifikasi Airbus dan sertifikasi regulator. Thales menegaskan bahwa fungsi yang rentan terhadap gangguan tersebut berada pada perangkat lunak yang berada di luar tanggung jawab mereka.

Maskapai di Seluruh Dunia Terpukul

Waktu pelaksanaan penarikan ini dinilai sangat tidak menguntungkan. Lebih dari tujuh juta warga Amerika diperkirakan bepergian dengan pesawat selama akhir pekan Thanksgiving. Empat dari sepuluh operator A320 terbesar di dunia—American Airlines, Delta, JetBlue, dan United—semuanya berbasis di Amerika Serikat dan menghadapi tekanan besar untuk segera memulihkan layanan.

American Airlines awalnya melaporkan 340 pesawat terdampak, sebelum merevisi jumlahnya menjadi 209 unit. Maskapai tersebut menyatakan sebagian besar perbaikan akan selesai dalam waktu 48 jam dengan waktu pengerjaan sekitar dua jam per pesawat. Delta memperkirakan dampak operasional relatif terbatas dengan pembaruan rampung pada Sabtu pagi. Namun, maskapai Kolombia Avianca menutup penjualan tiket hingga 8 Desember setelah mendapati 70 persen armadanya harus menjalani perbaikan.

Gangguan operasional turut merembet ke berbagai negara. Air France membatalkan 35 penerbangan pada Jumat. Maskapai Jepang ANA Holdings menonaktifkan puluhan pesawat dan membatalkan 65 penerbangan pada Sabtu. Maskapai India IndiGo dan Air India juga memperingatkan penumpang terkait potensi keterlambatan dan pembatalan penerbangan.

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) turut mengeluarkan perintah keselamatan wajib bagi pesawat Airbus A318, A319, A320, dan A321. Lebih dari 350 pesawat A320 yang dioperasikan oleh IndiGo dan Air India harus berhenti beroperasi selama dua hingga tiga hari untuk menjalani pembaruan sistem. Maskapai memperkirakan operasional normal dapat kembali berjalan pada Senin atau Selasa. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Pesawat Airbus Kedua Tiba Februari 2026 untuk Perkuat Armada TNI

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)