UEA Tuduh Iran Serang Dua Tanker di Selat Hormuz, Satu Awak Kapal Tewas

UEA menuduh Iran menyerang dua kapal tanker di Selat Hormuz dengan menggunakan rudal. (Anadolu Agency)

UEA Tuduh Iran Serang Dua Tanker di Selat Hormuz, Satu Awak Kapal Tewas

Willy Haryono • 14 July 2026 09:42

Abu Dhabi: Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran menyerang dua kapal tanker di kawasan Selat Hormuz dengan menggunakan rudal jelajah, yang mengakibatkan seorang awak kapal tewas dan delapan lainnya terluka.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi di platform X pada Selasa, 14 Juli 2026, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan kapal tanker nasional Mombasa dan Al Bahiyah menjadi sasaran serangan saat melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz di wilayah perairan teritorial Oman.

"Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa kapal tanker nasional Mombasa dan Al Bahiyah menjadi target serangan dua rudal jelajah Iran saat sedang melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz, di dalam wilayah perairan teritorial Oman," ujar pernyataan kementerian yang dilansir TRT World.

Menurut otoritas UEA, serangan itu menewaskan seorang awak kapal berkewarganegaraan India serta melukai delapan anggota kru lainnya.

Korban luka terdiri dari enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina, dengan empat orang di antaranya dilaporkan mengalami luka serius.

Kementerian Pertahanan UEA menyebut hantaman rudal memicu kebakaran di atas kedua kapal tanker tersebut.

Meski sempat menyebabkan kerusakan material yang cukup signifikan, kobaran api berhasil dikendalikan oleh kru kapal dan situasi saat ini telah berada dalam kondisi aman.

Serangan Proyektil Tak Dikenal

Di sisi lain, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan menerima laporan terpisah dari kapten sebuah kapal tanker yang mengaku kapalnya terkena proyektil tak dikenal di bagian ruang mesin sisi kanan.

Insiden itu terjadi sekitar 40 mil laut atau sekitar 74 kilometer di timur laut wilayah Qalhat, Oman.

UKMTO mengatakan pihak berwenang saat ini sedang melakukan penyelidikan dan mengimbau seluruh kapal yang melintas di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan.

Insiden terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan setelah Amerika Serikat melancarkan tiga hari berturut-turut serangan terhadap Iran.

Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran di Selat Hormuz dan melindungi jalur pelayaran internasional dari ancaman terhadap kapal-kapal komersial.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia dan sebelum konflik terbaru pecah pada Februari lalu, sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan tersebut setiap harinya. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-1 Milik AS di Selat Hormuz

(Willy Haryono)