Prabowo Sebut 5 Bendungan Baru Mampu Dukung Produksi 1 Juta Ton Beras

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres.

Prabowo Sebut 5 Bendungan Baru Mampu Dukung Produksi 1 Juta Ton Beras

Gabriella Thesa Widiari • 10 July 2026 15:14

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan, lima bendungan yang diresmikannya hari ini akan berdampak pada ketahanan pangan Indonesia. Menurutnya, dengan didukung teknologi pertanian dan bibit-bibit unggul, bakal ada jutaan ton beras yang dihasilkan.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya di acara peresmian lima bendungan di Bendungan Meninting, NTB, Jumat, 10 Juli 2026.

"Menteri Pertanian laporkan ke saya, 5 bendungan ini nanti dengan teknologi, dengan benih yang terbaik, bisa menghasilkan 1 juta ton beras, 5 bendungan ini," kata Prabowo.
 

Dia lantas menyinggung keberhasilan Indonesia sebagai negara pertama yang menghasilkan bakar bakar minyak (BBM) dari kepala sawit yaitu B50. Menurutnya, dengan peluncuran B50, Indonesia tak lagi mengimpor solar dari luar negeri. 

Dia mengatakan, awalnya banyak pihak yang menolak B50 karena meragukan kualitasnya. Namun, setelah diluncurkan dan menghentikan impor, pemerintah meghitung mampu menghemat raturan triliun rupiah.

"Solar kita sekarang 50 persen dari kelapa sawit, dan mulai hari hari ini kita sudah mulai meghentingkan impor solar dari luar negeri. Dengan demikian, kita akan menghemat Rp170 triliun," kata Prabowo.

Dia kemudian menyinggung, lima bendungan yang diresmikan memiliki nilai investasi sekitar Rp9,79 triliun. Menurutnya, dengan anggaran yang dihemat dari B50, maka semakin banyak bendungan yang bisa dibangun.

"Lima bendungan ini Rp9,79 triliun. Dari B50 kita akan menghemat Rp170 triliun. Bayangkan berapa puluh bendungan yang kita bisa bangun tiap tahun," kata Prabowo.


Bendungan Meninting, NTB. Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu menegaskan, sebagai kepala negara yang menerima mandat dari rakyat, dirinya akan terus berjuang untuk kemakmuran rakyat. Perjuangan itu dia lakukan bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan koalisi pendukungnya. 

"Kalau bisa menghabisi korupsi. Melakukan penghematan, melakukan efisiensi. Ini perjuangan kita untuk Indonesia makmur," ujar Prabowo.

(Gabriella Thesa Widiari)