AS Umumkan Gelombang Serangan Baru ke Target Militer Iran

AS melancarkan gelombang baru serangan terhadap Iran untuk melemahkan kemampuan Teheran. (Anadolu Agency)

AS Umumkan Gelombang Serangan Baru ke Target Militer Iran

Willy Haryono • 13 July 2026 07:05

Washington: Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) pada Minggu, 12 Juli 2026, mengumumkan dimulainya gelombang baru serangan terhadap target militer Iran di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya di media sosial X, CENTCOM mengatakan operasi tersebut dimulai pada pukul 17.00 waktu Pantai Timur Amerika Serikat (ET).

"Pasukan Komando Pusat Amerika Serikat telah memulai serangan tambahan terhadap Iran untuk terus melemahkan kemampuan mereka menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz secara bebas," ujar pernyataan CENTCOM yang dikutip Anadolu Agency.

Militer Amerika menyebut operasi tersebut dilakukan atas arahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas berbagai serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya pada Sabtu, CENTCOM menyatakan telah menghantam sekitar 140 target militer Iran yang meliputi lokasi peluncuran rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, gudang amunisi, jaringan komunikasi, serta fasilitas pengawasan pesisir.

Menurut CENTCOM, selama tiga malam operasi militer pekan ini, Amerika Serikat telah menyerang lebih dari 300 target di wilayah Iran.

Serangan-serangan tersebut dilakukan setelah Iran menembaki kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

Di sisi lain, Iran mengklaim telah meluncurkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai bentuk balasan atas operasi militer Washington.

Uni Emirat Arab sebelumnya juga menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone Iran yang mengarah ke wilayah negara tersebut.

Sementara itu, CENTCOM membantah laporan sejumlah media Iran yang menyebut tiga personel militer Amerika Serikat tewas dalam serangan Iran di Kuwait.

"Tidak ada laporan mengenai personel militer Amerika Serikat yang tewas ataupun terluka di kawasan. Seluruh personel dalam kondisi aman dan telah terverifikasi keberadaannya," kata CENTCOM.

Meningkatnya aksi saling serang antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari terakhir semakin memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ke negara-negara Teluk lainnya serta mengganggu stabilitas jalur perdagangan energi global melalui Selat Hormuz.

Baca juga:  Arab Saudi Kecam Keras Serangan Iran terhadap Negara-Negara Teluk

(Willy Haryono)