Kapal-kapal yang berada di Selat Hormuz. Foto: Anadolu
India Sampaikan Protes Usai Warganya Tewas dalam Serangan Iran di Selat Hormuz
Fajar Nugraha • 14 July 2026 19:18
New Delhi: India menyampaikan protes kepada wakil duta besar Iran setelah satu warga India tewas dalam serangan di Selat Hormuz.
Seperti diketahui Selat Hormuz kembali dilanda konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di tengah serangan terhadap kapal-kapal di jalur perairan penting tersebut
India pada Selasa 14 Juli 2026 memanggil wakil duta besar Iran dan menyampaikan protes setelah seorang warga negara India tewas ketika dua kapal tanker UEA dihantam oleh Iran saat melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz di perairan teritorial Oman, menurut laporan media.
Pemerintah India mengatakan wakil kepala misi Iran di New Delhi, Mohamed Javad Hosseini, dipanggil pada Selasa pagi untuk menyampaikan protes keras terhadap serangan-serangan ini.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengatakan 30 pelaut India berada di atas dua kapal yang diserang selama transit mereka melalui selat strategis tersebut.
“Kami mengutuk keras serangan dan tindakan kekerasan yang menargetkan pelaut dan mengganggu navigasi yang bebas dan aman melalui jalur perairan internasional seperti Selat Hormuz,” kata pernyataan itu, seperti dikutip Anadolu.
Menyatakan “keprihatinan mendalam” atas bentrokan yang kembali terjadi di Timur Tengah, India menyerukan “penghentian kekerasan segera dan kembalinya dialog dan diplomasi demi kepentingan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan tersebut.”
“Secara khusus, penargetan terhadap kapal dagang dan infrastruktur sipil di kawasan tersebut harus dihentikan agar navigasi dan perdagangan yang bebas dan tanpa hambatan melalui jalur air internasional di kawasan tersebut, sesuai dengan hukum internasional, dapat dipulihkan sesegera mungkin,” kata pihak Pemerintah India.
Sebelumnya pada Selasa, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan satu awak kapal tewas dan delapan lainnya terluka, termasuk empat luka serius, setelah dua kapal tanker Uni Emirat Arab dihantam rudal jelajah Iran di perairan teritorial Oman.
Kementerian tersebut mengidentifikasi kapal-kapal tersebut sebagai Mombasa dan Al Bahiyah, dan mengatakan bahwa korban tewas adalah seorang awak kapal berkebangsaan India yang berada di atas kapal Mombasa. Korban luka termasuk enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer setelah AS melancarkan serangan hari ketiga berturut-turut terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa operasi tersebut dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan Teheran di Selat Hormuz, yang telah menyaksikan konflik baru antara AS dan Iran.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan bahwa militer AS mendorong dua kapal tanker super untuk menggunakan rute yang tidak sah di Selat Hormuz sebelum kapal-kapal tersebut dihantam dan dinonaktifkan, sementara mereka tidak menjelaskan bagaimana kapal tanker tersebut dihantam atau secara eksplisit mengklaim tanggung jawab atas insiden tersebut.