Nyaris Ada Korban, Warga Nabire Diimbau Waspadai Modus Penipuan Haji

Ilustrasi haji. Foto: Dok. Kemenag.

Nyaris Ada Korban, Warga Nabire Diimbau Waspadai Modus Penipuan Haji

Silvana Febiari • 12 April 2026 17:10

Nabire: Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Nabire mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan mengatasnamakan program keberangkatan haji. 

Kepala Kemenhaj Nabire Putra Aminudin mengatakan penipuan haji kerap terjadi dengan menawarkan keberangkatan cepat tanpa antrean resmi, serta meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi.

“Kami minta masyarakat jangan mudah percaya dengan pihak yang menjanjikan bisa berangkat haji tanpa prosedur resmi. Semua proses harus melalui jalur yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Putra, dilansir dari Antara, Minggu, 12 April 2026. 
 


Ia mengatakan, dua warga Nabire nyaris menjadi korban penipuan. Namun, berhasil dicegah setelah melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Kemenhaj.

Menurut dia, masyarakat harus berhati-hati terhadap tawaran yang tidak masuk akal, termasuk iming-iming percepatan keberangkatan bagi calon jamaah lanjut usia.

Penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia memiliki mekanisme yang jelas, mulai dari pendaftaran, antrean, hingga pelunasan biaya. Semua proses ini dilakukan melalui sistem resmi pemerintah

“Biasanya penipu menawarkan jalur khusus atau kuota tambahan. Padahal itu tidak benar dan berpotensi merugikan masyarakat.Keberangkatan haji harus mengikuti antrean sesuai aturan pemerintah, tidak bisa dipercepat secara instan,” bebernya.

Saat ini, masa tunggu haji reguler di Nabire mencapai sekitar 28 tahun. Jemaah yang mendaftar sejak 2013 baru berangkat tahun ini.

Ia juga mengingatkan warga untuk tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas identitasnya. Selain menawarkan keberangkatan instan, modus penipuan adalah memperbaharui data jemaah. Padahal, data pribadi jemaah bisa digunakan untuk hal-hal negatif lainnya.


Kepala Kemenhaj Nabire Putra Aminudin. ANTARA/Ali Nur Ichsan


Ia menambahkan, informasi resmi terkait keberangkatan dapat diakses melalui aplikasi Satu Haji maupun pengumuman resmi Kemenhaj di masjid dan media lokal. “Kami minta masyarakat tidak mudah percaya. Jika ada yang mencurigakan, segera datang ke Kantor Kemenhaj untuk memastikan informasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kemenhaj tidak pernah menawarkan kemudahan pemberangkatan haji di luar mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah. 

Kemenhaj Nabire juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti laporan masyarakat apabila ditemukan indikasi penipuan yang merugikan calon jemaah haji.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)