Otoritas Prancis memperingatkan dampak kesehatan akibat gelombang panas ekstrem masih berlanjut meski suhu mulai menurun. (Anadolu
Gelombang Panas Mereda, Menteri Prancis Khawatir Angka Kematian Tetap Meningkat
Willy Haryono • 28 June 2026 21:53
Paris: Otoritas Prancis memperingatkan dampak kesehatan akibat gelombang panas ekstrem masih akan berlanjut meski suhu udara mulai menurun, dengan angka kematian tetap berpotensi meningkat.
Saat ini, sejumlah rumah sakit dan layanan darurat di Prancis dilaporkan masih menghadapi tekanan tinggi akibat lonjakan kasus terkait gelombang panas.
Dikutip dari media Anadolu Agency, Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengimbau masyarakat tetap waspada karena jumlah kematian yang berkaitan dengan gelombang panas masih berada di atas angka normal.
Rist mengatakan data sementara Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menunjukkan sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari biasanya sejak Rabu. Namun, ia menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara.
Ia juga memperkirakan sistem layanan kesehatan akan tetap berada di bawah tekanan selama beberapa hari ke depan.
Kantor Perdana Menteri Sebastien Lecornu turut menyatakan bahwa meskipun gelombang panas mulai mereda, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, seperti dehidrasi, keterlambatan perawatan di rumah sakit, serta memburuknya kondisi kelompok rentan, masih akan terus dirasakan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan layanan darurat mengalami lonjakan signifikan dalam penanganan kasus terkait suhu ekstrem. Petugas pemadam kebakaran telah menangani sekitar 122.000 operasi selama periode gelombang panas.
Ia mengingatkan aktivitas layanan darurat diperkirakan tetap tinggi meski suhu mulai turun dan meminta masyarakat tetap berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas olahraga di luar ruangan.
Setelah badai petir melanda pada Sabtu malam, suhu di sebagian besar wilayah Prancis mulai menurun. Namun, dua departemen di wilayah timur laut masih berstatus siaga merah gelombang panas.
Sebanyak 34 departemen lainnya berada dalam status siaga oranye gelombang panas, sementara 14 departemen masih berada di bawah peringatan oranye untuk badai petir.
Otoritas setempat melaporkan badai tersebut menyebabkan sedikitnya tujuh orang mengalami luka ringan di wilayah utara Prancis serta memutus aliran listrik ke sekitar 63.000 rumah.
Cuaca ekstrem juga mengganggu penyelenggaraan sejumlah ajang olahraga. Panitia Kejuaraan Balap Sepeda Jalan Prancis memangkas satu putaran lomba kategori putra karena suhu udara masih mencapai sekitar 35 derajat Celsius saat perlombaan dimulai.
Baca juga: Prancis Catat Sekitar 1.000 Kematian Terkait Gelombang Panas Ekstrem