Siap-siap! Program Magang Nasional Dibuka Mulai Juli 2026

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Siap-siap! Program Magang Nasional Dibuka Mulai Juli 2026

Eko Nordiansyah • 26 June 2026 20:15

Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka Program Magang Nasional (PMN) Batch 4 mulai Juli 2026. Secara kuota, program Maganghub Kemnaker ini mengalami kenaikan mencapai 150 ribu peserta.

Selain itu, Kemnaker juga turut memperluas jaringan kepesertaan dengan membuka kesempatan bagi para lulusan pendidikan profesi untuk ikut serta dalam program strategis ini.

Melalui program ini, calon peserta akan mendapatkan pengalaman kerja nyata dengan belajar langsung di lingkungan kerja yang profesional. Selain itu, peserta juga dapat meningkatkan idan kompetensi diri sehingga lebih siap bersaing di bursa kerja nasional maupun global.

Mengutip unggahan resmi akun Instagram @maganghub.kemnaker, berikut rincian informasi mengenai benefit serta tautan pendaftaran Program Magang Nasional:

Benefit Program Magang Nasional

Calon peserta yang lolos dalam program ini akan mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya:
  • Sertifikasi Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis.
  • Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan).
  • Uang saku bulanan.
  • Pembelajaran dan pendampingan karier yang terstruktur.
  • Peluang peningkatan kesiapan kerja dan perluasan jaringan profesional.
  • Pengalaman kerja nyata di industri.
  • Pengembangan diri dan peningkatan kompetensi secara berkala.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Informasi dan link pendaftaran

Proses pendaftaran program ini dilakukan sepenuhnya secara daring (online) melalui situs resmi maganghub.kemnaker.go.id.

Masyarakat dan para pencari kerja diimbau untuk tetap waspada terhadap segala bentuk penipuan dan terus memantau informasi valid melalui laman portal Maganghub Kemnaker.

Saat ini pemerintah telah menggandeng 8.056 mitra penyelenggara untuk mendukung pelaksanaan program. Dari jumlah tersebut, 5.168 mitra berasal dari perusahaan swasta, 2.888 mitra merupakan kementerian dan lembaga pemerintah dan 874 badan usaha milik negara (BUMN).

(Eko Nordiansyah)