Warga melintasi jalan raya di saat hujan mengguyur Kota Palangka Raya. ANTARA/Rendhik Andika
Sejumlah Wilayah Pantura Jawa Tengah Bakal Diguyur Hujan Ringan
Akhmad Safuan • 28 June 2026 10:55
Semarang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ringan masih mengguyur sebagian wilayah Jawa Tengah, hari ini, 28 Juni 2026. Meskipun saat ini, Jawa Tengah mulai menghadapi musim Kemarau.
"Masih ada turun hujan ringan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, di tengah sebagian besar daerah menghadapi musim kemarau, " kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Noor Jannah Indriyani, Minggu, 28 Juni 2026.
"Selain hujan ringan di sejumlah daerah tersebut, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 3-27 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-34 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 50-95 persen," jelas dia.
Gelombang Tinggi Capai 4 Meter
Sementara itu, gelombang tinggi di perairan selatan berkisar 2,5-4 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter. Ketinggian gelombang ini cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, angkutan barang dan penumpang, terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot. Sehingga menjadi peringatan serius bagi warga beraktivitas di laut maupun pesisir.Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Lessy Andari mengatakan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah dengan ketinggian maksimum 1 meter masih berlangsung pukul 07.00-10.00 WIB. Rob mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati dan Rembang.
.jpg)
Gelombang tinggi dan rob melanda perairan utara mengakibatkan nelayan di Wonokerto, Pekalongan memilih berhenti melaut. (MI)
Banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah tersebut, mengakibatkan terganggunya aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam, sehingga warga diminta untuk tetap siaga dan waspada.
"Waspadai juga gelombang tinggi terjadi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah Minggu, 28 Juni, karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran dan warga berada di kawasan pesisir," ujar Lessy Andari.