Polisi mendatangi lokasi penembakan massal di area Pantai Bondi, Sydney, Australia, 14 Desember 2025. (Anadolu Agency)
Warga Ceritakan Detik-Detik Penembakan Massal di Pantai Bondi
Willy Haryono • 15 December 2025 13:15
Sydney: Warga yang tengah menikmati malam musim panas di Pantai Bondi, Sydney, Australia, menceritakan kepanikan dan teror saat dua pria bersenjata menembaki kerumunan, memaksa mereka berlari menyelamatkan diri dan melindungi anak-anak di tengah kekacauan.
Gubernur New South Wales (NSW) Chris Minns mengatakan penembakan yang terjadi pada malam pertama perayaan Hanukkah tersebut secara sengaja menargetkan komunitas Yahudi di Sydney.
Otoritas memperlakukan insiden ini sebagai aksi terorisme. Kepolisian NSW menyatakan jumlah korban tewas akibat penembakan meningkat menjadi 15 orang, termasuk satu pelaku, sementara 38 orang lainnya terluka, di antaranya dua petugas kepolisian.
Sarah Frydman, yang berada di Bondi bersama putrinya untuk menghadiri Bar Mitzvah seorang kerabat, mengatakan ia dan keluarganya berlari mencari perlindungan setelah mendengar suara tembakan. Mereka bersembunyi di sebuah ruangan di dalam gedung dan menjauh dari jendela.
“Orang-orang mulai berteriak menyuruh kami masuk ke dalam. Kami bersembunyi di ruangan belakang dapur selama sekitar 30 menit. Banyak orang menangis dan sangat ketakutan,” kata Frydman kepada ABC News Australia, Senin, 15 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa mereka kemudian dievakuasi ke aula oleh polisi yang memerintahkan semua orang tiarap dan menjauhi jendela.
Saksi lain, Nathan Zlatkis, mengaku baru saja keluar untuk merokok ketika mendengar tembakan. Ia melihat dua petugas polisi tergeletak di tanah bersimbah darah dan mendengar teriakan agar semua orang tiarap, sementara puluhan tembakan dilepaskan. Menurutnya, peristiwa tersebut sangat mengguncang komunitas Yahudi setempat.
Richard Hasten, yang menghadiri acara Chanukah by the Sea, mengatakan ia segera berbaring ketika tembakan meletus dan menggunakan bajunya untuk menahan pendarahan seorang perempuan yang tergeletak di depannya. “Hari yang seharusnya indah di Bondi dirusak oleh kebencian,” ujarnya.
Seorang ibu, Heather Nolan, menceritakan bagaimana ia awalnya mengira suara tembakan sebagai petasan. Namun setelah melihat orang-orang berlarian dari pantai, ia menyembunyikan anak-anaknya di balik bangku kayu. Tak lama kemudian, seorang pria berlumuran darah duduk di dekat mereka sebelum seseorang membantu membawa mereka ke ruang ganti.
Abdullah Ashraf, yang berada di pantai saat kejadian, mengatakan ia melihat seorang penembak aktif di salah satu jembatan penyeberangan dan berteriak memperingatkan orang-orang agar berlindung. Ia kemudian memberikan pertolongan pertama kepada dua korban tembak, termasuk seorang perempuan yang tertembak dua kali. Ashraf menekan luka korban tersebut selama sekitar 40 menit hingga bantuan medis tiba.
Seorang turis asal Prancis yang baru dua hari berada di Australia mengatakan ia terpaksa berlindung di balik sebuah mobil bersama seorang perempuan hamil ketika pelaku mengarahkan tembakan ke arah mereka. Saksi mata lain menggambarkan penembakan yang berlangsung sekitar 10 menit itu sebagai “neraka mutlak di bumi,” dengan banyak orang tergeletak di genangan darah saat ia mendorong keluarganya menuju tempat aman. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Australia Sebut Pelaku Penembakan di Pantai Bondi adalah Ayah dan Anak