Kapal penjaga pantai Filipina kerap bersitegang dengan pihak Tiongkok. Foto: PCG
Nelayan Dilukai, Filipina Layangkan Protes atas Tindakan Tiongkok
Fajar Nugraha • 16 December 2025 18:19
Manila: Pemerintah Filipina menyatakan akan melayangkan protes diplomatik terhadap Tiongkok menyusul tindakan penjaga pantai Negeri Tirai Bambu yang melukai nelayan Filipina di perairan Laut China Selatan. Insiden itu terjadi di sekitar Sabina Shoal pada Jumat lalu dan melibatkan penggunaan meriam air serta pemotongan tali jangkar kapal nelayan.
Penjaga Pantai Filipina melaporkan tiga nelayan mengalami luka-luka dan dua kapal penangkap ikan rusak akibat aksi kapal penjaga pantai Tiongkok. Manila menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan dan ancaman serius terhadap keselamatan warga sipil yang sedang mencari nafkah di laut.
Dewan Maritim Filipina menyatakan penggunaan meriam air dan manuver berbahaya oleh Tiongkok tidak dapat dibenarkan.
“Filipina akan melakukan langkah diplomatik yang tepat, menyampaikan keberatan keras, dan menuntut Tiongkok menghentikan tindakan agresif tersebut,” ucap dewan itu dalam pernyataan resmi, dikutip dari media Channel News Asia, Senin, 15 Desember 2025.
Juru bicara kepresidenan Filipina, Claire Castro, mengatakan pemerintah akan mengajukan nota protes resmi atau demarche ke Kedutaan Besar Tiongkok di Manila. Sementara itu, pihak Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi, meski sebelumnya mengklaim telah mengusir kapal Filipina dan mengambil langkah pengendalian di lokasi kejadian.
Amerika Serikat sebagai sekutu Filipina turut mengecam tindakan Tiongkok. Wakil juru bicara utama Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyatakan dukungannya kepada Filipina.
“Kami berdiri bersama sekutu Filipina dalam menghadapi tindakan provokatif Tiongkok yang membahayakan warga sipil dan mengganggu stabilitas kawasan,” ujarnya.
Sabina Shoal sendiri berada di zona ekonomi eksklusif Filipina, meski Tiongkok tetap mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, klaim yang telah ditolak oleh putusan arbitrase internasional tahun 2016.
(Keysa Qanita)