Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Foto: Anadolu
Trump Undang Putin Hadiri KTT G20 di Miami
Fajar Nugraha • 24 September 2026 09:52
New York: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan pada Rabu bahwa Presiden Donald Trump telah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri KTT para pemimpin G20 di Miami pada Desember.
Jika terlaksana, ini akan menjadi kehadiran langsung pertama Putin dalam pertemuan tahunan tersebut sejak tahun 2019.
Rubio menambahkan bahwa Trump akan berbicara dengan Putin di Miami jika ia menerima undangan tersebut. Pertemuan terakhir Trump dengan pemimpin Rusia itu terjadi pada Agustus 2025 dalam sebuah KTT di Alaska.
Sejak saat itu, hubungan mereka menjadi dingin, karena Putin ternyata kurang bersedia mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina dibandingkan dengan harapan Trump.
"Kami berpendapat ini adalah kesempatan baginya untuk berinteraksi tidak hanya dengan presiden, tetapi juga dengan para pemimpin dunia lainnya," ujar Rubio kepada wartawan di sela-sela pertemuan Sidang Majelis Umum PBB di New York, seperti dikutip dari The New York Times, Kamis 24 September 2026.
Pihak Kremlin tidak segera memberikan tanggapan secara terbuka terhadap undangan tersebut.
Banyak pemimpin G20 kemungkinan besar tidak akan menyambut baik kehadiran Putin dalam acara yang akan diselenggarakan di Trump National Doral Golf Club itu.
Ketika menteri keuangan Rusia menghadiri pertemuan dengan rekan sejawatnya dari negara-negara G20 di Asheville, North Carolina, bulan lalu atas undangan pemerintahan Trump, kehadirannya memicu protes dari pihak Eropa. Ia tidak disertakan dalam sesi "foto bersama" para menteri yang hadir, yang biasanya menjadi agenda rutin.
Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil, menyebut kehadiran pejabat Rusia, Anton Siluanov, sebagai "sinyal yang menurut saya mengkhawatirkan," mengingat serangan Rusia yang terus berlanjut terhadap Ukraina.
Rusia sempat ditangguhkan keanggotaannya pada tahun 2014 dari kelompok yang lebih eksklusif, Group of 7 (G7)—yang sebelumnya dikenal sebagai Group of 8 (G8)—setelah Putin mencaplok Semenanjung Krimea milik Ukraina.
Namun, Rusia tetap menjadi anggota Group of 20 (G20), sebuah organisasi yang terdiri dari negara-negara maju dan berkembang yang para pemimpinnya bertemu setiap tahun untuk membahas isu-isu ekonomi global.
Putin telah melewatkan pertemuan-pertemuan G20 baru-baru ini, pertama karena pandemi virus corona dan kemudian setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 memicu kecaman luas. Pejabat Rusia dengan pangkat lebih rendah telah menghadiri pertemuan-pertemuan tersebut untuk mewakilinya.
Putin memang sempat mengikuti pertemuan G20 tahun 2021 yang digelar secara virtual, serta berbicara melalui siaran video pada sesi lanjutan KTT G20 tahun 2023 di New Delhi.
Meskipun G20 mencakup banyak negara Barat yang bersekutu dengan Ukraina, keanggotaannya juga meliputi beberapa negara yang memiliki hubungan bersahabat dengan Moskow, termasuk Tiongkok, India, Turki, dan Afrika Selatan.
Trump sejak lama menentang isolasi internasional terhadap Putin dan sering berbicara mengenai pemimpin Rusia tersebut dengan rasa hormat dan kekaguman, meskipun sikap ini mulai berkurang seiring makin jelasnya keengganan Putin untuk memberikan konsesi kepada Ukraina. Antara lain, Trump pernah menyerukan pemulihan keanggotaan Rusia dalam kelompok G7.
Sebelum bertemu dengan Trump di Alaska pada 2025, kunjungan terakhir Putin ke Amerika Serikat adalah pada 2015 untuk menghadiri pertemuan tahunan PBB di New York, saat itu, ia sempat melakukan pertemuan di sela-sela acara dengan Presiden Barack Obama.
Saat menjabat sebagai senator sebelum bergabung dengan pemerintahan Trump, Rubio adalah pendukung kuat sikap menjauhi Putin. Ia menyebut pemimpin Rusia itu sebagai penjahat perang yang tidak dapat dipercaya dalam perundingan. Sejak menjabat sebagai penasihat keamanan nasional dan menteri luar negeri bagi Trump, Rubio membela seruan Trump untuk mengadakan dialog dengan Putin.
Pada Rabu, Rubio juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di sela-sela pertemuan PBB. Sebelumnya pada hari Selasa, ia mendampingi Trump dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
"Pada akhirnya, kita semua ingin perang ini berakhir," ujar Rubio kepada para wartawan pada Rabu, seraya menambahkan bahwa hanya "kesepakatan melalui perundingan" yang dapat menghentikan pertempuran tersebut.
"Semakin cepat kita mencapai kesepakatan itu, semakin sedikit kerusakan yang terjadi dan semakin sedikit korban jiwa di kedua belah pihak. Itulah yang diinginkan presiden," ujarnya.
Rubio juga mengatakan bahwa Xi Jinping, pemimpin Tiongkok, diperkirakan akan menghadiri pertemuan puncak di Miami. Ia menambahkan bahwa pada pertengahan November, Trump berencana mengunjungi Tiongkok selatan untuk menghadiri pertemuan puncak ekonomi para pemimpin Asia dan akan bertemu dengan Xi di kota Shenzhen.