Seluruh Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi pada Pertengahan 2026

Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi. Metrotvnews.com/ Triawati

Seluruh Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi pada Pertengahan 2026

Triawati Prihatsari • 6 January 2026 22:56

Solo: Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Indonesia mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Saat ini, Kemenkop tengah mempercepat pembangunan fisik sebanyak 80 ribu KDMP yang tersebar di semua desa dan kelurahan.

"Fokus kami saat ini adalah menyelesaikan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan perlengkapan usaha koperasi. Targetnya, pada April lebih dari 80 ribu unit Koperasi Merah Putih dapat diselesaikan, sehingga pada pertengahan tahun seluruh koperasi itu bisa beroperasi secara lengkap,” ujar Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, usai menghadiri Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa, 6 Januari 2026.

Kemenkop telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 terkait penyelesaian pembangunan fisik KDMP. Keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi fondasi penting agar koperasi dapat menjalankan fungsinya secara optimal, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga penguatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
 

Menurutnya, sejumlah Koperasi Merah Putih yang telah beroperasi di berbagai daerah telah menunjukkan perkembangan positif. Diketahui, KDMP tidak hanya bergerak di bidang perdagangan, namun juga memberikan layanan kesehatan, pertanian, hingga ritel skala besar yang melayani lintas desa.

“Contohnya ada koperasi desa yang sudah memiliki layanan kesehatan dan ritel besar. Model seperti ini akan terus kami dorong percepatannya setelah pembangunan fisik koperasi diselesaikan,” beber Ahmad. 


Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi menghadiri Pelepasan Mahasiswa KKN di UNS Solo. Dokumentasi/Istimewa


Sementara itu, Ahmad mendorong peran mahasiswa dalam pendampingan pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Peran mahasiswa KKN di desa dan kelurahan diharapkan dapat memperkuat manajemen koperasi, khususnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), tata kelola administrasi, serta pemanfaatan teknologi.

“Kami berharap KKN ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memberikan pendampingan kepada pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi pada dasarnya membutuhkan manajemen yang kuat,” ungkap Ahmad. 

Dalam kesempatan tersebut, UNS melepas 2.050 mahasiswa mengikuti KKN Tematik Periode Januari–Februari 2026. Rektor UNS, Prof Hartono menegaskan KKN Tematik dirancang berbasis kebutuhan dan potensi lokal, serta dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

"Salah satu fokus penting pada periode ini adalah penguatan kelembagaan desa, yang diwujudkan melalui sinergi dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia dalam penguatan BUMDes dan pengembangan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih. Diharapkan, kolaborasi ini mendorong tata kelola BUMDes yang profesional, memperkuat koperasi sebagai sokoguru ekonomi desa, dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha kolektif berbasis gotong royong," pungkas Hartono. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)