Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang. Foto: Metrotvnews.com
Indonesia–Turki Gelar Pertemuan 2+2 Perdana, Perkuat Poros Pertahanan dan Keamanan
Muhammad Reyhansyah • 8 January 2026 14:16
Jakarta: Indonesia dan Turki akan menggelar pertemuan perdana format 2+2 yang melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara, sebagai langkah memperdalam kemitraan strategis di bidang keamanan, pertahanan, hingga geopolitik global.
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertolak ke Ankara pada Kamis malam, 8 Januari 2026, untuk menghadiri pertemuan tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Januari.
“Ini merupakan pertemuan pertama Indonesia–Turki 2 plus 2 dan merupakan tindak lanjut dari High Level Strategic Cooperation Council (HLSC) antara Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan yang dilaksanakan di Bogor Februari tahun lalu,” ujar Yvonne, dalam jumpa media di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Pertemuan ini akan membahas spektrum luas kerja sama strategis, mulai dari keamanan, pertahanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, hingga energi. Salah satu fokus utama adalah penguatan kerja sama industri pertahanan, termasuk peluang joint venture, joint production, dan joint development antara Indonesia dan Turki.
“Kerja sama pertahanan dan industri pertahanan akan menjadi salah satu topik penting dalam pertemuan ini,” jelas Yvonne.
Selain isu bilateral, forum 2+2 juga akan membahas dinamika kawasan dan global, termasuk perkembangan di Timur Tengah, Eropa, Asia Tenggara, dan kawasan Pasifik, serta kerja sama kedua negara dalam berbagai forum multilateral seperti G20, ASEAN, dan BRICS.
Isu Palestina dan Gaza juga dipastikan menjadi agenda utama, seiring dengan posisi aktif Indonesia dan Turki dalam mendorong gencatan senjata serta perlindungan warga sipil di wilayah konflik.
Yvonne menekankan bahwa format 2+2 merupakan mekanisme diplomasi tingkat tinggi yang hanya dimiliki Indonesia dengan negara-negara tertentu.
“Indonesia hanya memiliki mekanisme 2 plus 2 di tingkat Menlu dan Menhan dengan beberapa negara, yaitu Australia, Jepang, Tiongkok, dan Prancis. Dan kali ini, untuk pertama kalinya dengan Turki,” katanya.
Setelah pertemuan 2+2, Sugiono dan Sjafrie juga dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul pada 10 Januari. Dalam kesempatan tersebut, Sugiono akan menyampaikan undangan resmi Presiden Prabowo Subianto kepada Erdogan untuk menghadiri KTT D-8 yang akan digelar pada April mendatang.