Terbang ke NTT, Wapres Gibran Melibatkan Mahasiswa UI Bantu Trauma Healing

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Pres

Terbang ke NTT, Wapres Gibran Melibatkan Mahasiswa UI Bantu Trauma Healing

Fachri Audhia Hafiez • 20 August 2026 14:55

Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bersama perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 20 Agustus 2026. Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan.

Dilansir Antara, Gibran membuka ruang bagi para mahasiswa untuk mengambil peran langsung. Khususnya dalam memberikan penanganan trauma healing bagi korban gempa.
 


Gibran menilai semangat serta kepedulian generasi muda perlu difasilitasi agar terwujud dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat terdampak. Keterlibatan mahasiswa dipandang sebagai bagian krusial dari semangat gotong royong nasional saat menghadapi masa krisis.

Pemerintah tidak hanya berfokus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar logistik. Namun, aktif mendorong elemen muda untuk hadir dan berkontribusi sesuai keahlian akademik mereka.

Selain mendampingi tim pemulihan psikologis, peninjauan langsung ini dilakukan Wapres untuk memetakan kondisi riil masyarakat terdampak secara presisi. Hal ini agar skema bantuan masa tanggap darurat dapat disalurkan tepat sasaran sesuai kebutuhan lapangan.


Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden.

Selama di NTT, Wapres dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi terdampak serta fasilitas layanan dasar masyarakat di tiga wilayah. Yakni, Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Kehadiran jajaran pemerintah pusat ini menegaskan komitmen negara dalam menjamin keselamatan dan pemenuhan hak warga di daerah bencana. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan fisik maupun psikologis warga NTT.

(Fachri Audhia Hafiez)