Karhutla di Berau, Satwa Endemik Kalimantan Masuk Permukiman Warga

Karhutla di Berau, Satwa Endemik Kalimantan Masuk Permukiman Warga

Metro TV • 23 August 2026 13:28

Berau: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kondisi tersebut turut berdampak pada satwa liar yang habitatnya berada di kawasan hutan.

Seekor burung rangkong atau enggang ditemukan berada di sebuah kafe di Jalan Murjani 3, Kelurahan Gunung Panjang, Kabupaten Berau, pada Kamis, 21 Agustus 2026.

Rangkong merupakan salah satu satwa khas Kalimantan yang hidup di kawasan hutan. Kemunculan satwa tersebut di kawasan perkotaan diduga berkaitan dengan terganggunya habitat akibat karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Berau.

Tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau kemudian mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas melakukan evakuasi terhadap rangkong tersebut.
 


Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 19.20 Wita. Rangkong berhasil diamankan dalam kondisi selamat dan selanjutnya diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Ini kita evakuasi burung endemik khas Kalimantan. Masuk perkotaan diduga akibat kebakaran hutan. Kami sebelumnya menerima laporan warga dan kemudian ditindak lanjuti. Selanjutnya, burung Rangkong ini kami serahkan ke BKSDA untuk dilepas liarkan,” kata Tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Indra, Minggu, 23 Agustus 2026.


Ilustrasi kabut asap. Foto: Istimewa.


Di sisi lain, kondisi kabut asap di Kabupaten Berau mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan pemantauan BMKG Berau, jumlah titik panas juga mengalami penurunan.

Data terbaru mencatat sebanyak 339 titik panas masih terdeteksi di wilayah Berau. Meski kabut asap mulai menipis, jarak pandang di sejumlah wilayah masih berada pada kisaran 1,5 hingga 6 kilometer. Kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Berau. (Edi Akbar)

(Whisnu M)