Erupsi Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur. ANTARA/Ho-PVBMG
Pola Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Relatif Stabil
Silvana Febiari • 28 July 2026 18:46
Kupang: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih menunjukkan pola erupsi yang relatif stabil. Namun, letusan gunung api tersebut masih terjadi secara kontinu.
“Walaupun letusan masih terjadi secara kontinu dengan tinggi kolom abu mencapai 800 hingga 1.600 meter di atas puncak, namun terhitung sejak 16 Juli 2026 pola erupsinya relatif stabil,” kata Kepala PPG Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang Herman Yosep M Boro, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api periode 16–22 Juli 2026, Gunung Lewotobi Laki-laki terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu teramati dengan intensitas tipis hingga sedang, setinggi sekitar 50–100 meter dari puncak.
Selain itu, tercatat terjadi guguran material, meski jarak dan arah luncurannya tidak dapat diamati secara visual. Hasil pemantauan instrumental menunjukkan aktivitas kegempaan masih didominasi gempa letusan.
Dalam sepekan terakhir tercatat 64 kali gempa letusan, satu kali gempa guguran, 49 kali gempa hembusan, 98 kali tremor non-harmonik, 21 kali gempa frekuensi rendah (low frequency), 18 kali gempa vulkanik dalam, delapan kali gempa tektonik lokal, dan 35 kali gempa tektonik jauh.
PVMBG menyebutkan secara umum aktivitas erupsi belum menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari tinggi kolom letusan maupun perubahan morfologi gunung api. Aktivitas permukaan masih didominasi erupsi bertipe terbuka (open-vent eruption).
Jumlah gempa harmonik hanya tercatat tiga kejadian sehingga belum mengindikasikan peningkatan aktivitas vulkanik. Tremor non-harmonik dan gempa frekuensi rendah juga mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
.jpg)
Arsip foto - Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 22 April 2026. ANTARA/HO-Badan Geologi
Sementara gempa vulkanik dalam meningkat menjadi 18 kejadian dibandingkan minggu sebelumnya. Namun, jumlah tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan fase peningkatan aktivitas yang terjadi pada akhir April hingga awal Mei 2026.
Data deformasi juga menunjukkan sistem magmatik masih berada pada fase deflasi dan belum memperlihatkan indikasi adanya pengisian ulang (recharge) magma dari kedalaman.
PVMBG tetap mengimbau masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.