Kota Bandung Peringkat 2 Kasus TBC Terbanyak di Jabar

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan M Kosasih. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Kota Bandung Peringkat 2 Kasus TBC Terbanyak di Jabar

Roni Kurniawan • 19 February 2026 15:27

Bandung: Kota Bandung menempati posisi kedua dalam jumlah penderita tuberkulosis (TBC) terbanyak di Jawa Barat, dengan total 18.846 kasus. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung untuk memperkuat langkah penanggulangan secara lebih terkoordinasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan M Kosasih mengatakan, tren kasus TBC di Kota Bandung menunjukkan peningkatan setiap tahun. Kecamatan Kiaracondong dan Babakan Ciparay menjadi daerah dengan jumlah kasus TBC terbanyak. 

"Secara nasional, Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia. Di Kota Bandung sendiri, tren kasus meningkat setiap tahunnya. Karena itu diperlukan koordinasi yang lebih baik antara sektor kesehatan dan kewilayahan agar penanganannya lebih efektif," ujar Dadan di Balai Kota Bandung, Kamis, 19 Februari 2026.
 


Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan telah mengundang seluruh camat se-Kota Bandung untuk terlibat aktif dalam upaya penanggulangan TBC. Pertemuan tersebut juga didukung oleh Sekretaris Daerah dan materi disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Menurut Dadan, respons jajaran kewilayahan sangat positif dan siap berkolaborasi dalam penanganan TBC di masing-masing wilayah. Ia menjelaskan, kasus TBC yang ditemukan cukup beragam karena ada pasien tanpa gejala yang terdeteksi melalui skrining aktif.

"Kalau mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun tanpa sebab jelas, dan sering berkeringat di malam hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas untuk dilakukan skrining TBC agar bisa segera diobati," beber Dadan.


Ilustrasi TBC. DOK Medcom.id


Terkait pengobatan, Dadan menyampaikan terapi TBC minimal berlangsung selama enam bulan sesuai panduan Kementerian Kesehatan. Meski terdapat regimen baru berdurasi empat bulan, Indonesia saat ini masih menerapkan pengobatan enam bulan.

"Kalau pengobatan tidak tuntas, kuman bisa menjadi kebal obat atau resisten. Kalau sudah resisten, pengobatannya jauh lebih sulit, lebih lama, dan tentu lebih mahal," tegas Dadan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)