Libur Imlek 2026, Perputaran Uang Ditaksir Capai Rp9,06 Triliun

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Libur Imlek 2026, Perputaran Uang Ditaksir Capai Rp9,06 Triliun

Eko Nordiansyah • 17 February 2026 12:33

Jakarta: Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang memperkirakan potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 mencapai lebih dari Rp9 triliun.

Perhitungan tersebut berangkat dari jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia yang diperkirakan mencapai 11,25 juta jiwa. Dengan asumsi satu keluarga terdiri dari rata-rata empat orang, maka terdapat sekitar 2.812.500 keluarga yang merayakan Imlek. Tradisi perayaan biasanya diisi dengan makan malam bersama dengan aneka hidangan khas, serta berbagi angpao kepada keluarga, kerabat, dan tamu.

"Jika setiap keluarga membelanjakan rata-rata Rp1 juta, maka potensi perputaran uang dari aktivitas ini mencapai sekitar Rp2,81 triliun," ujar Sarman dalam keterangan resmi, Selasa, 17 Februari 2026.

Selain itu, aktivitas perjalanan wisata maupun ziarah juga turut mendorong konsumsi. Jumlah pelaku perjalanan diperkirakan mencapai 3.369.820 orang. Dengan asumsi pengeluaran rata-rata Rp500 ribu per orang, maka potensi perputaran uang mencapai sekitar Rp1,68 triliun.

Baca Juga :

Penumpang Whoosh Melonjak 25% di Libur Imlek


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Biaya perjalanan masyarakat

Pada sektor transportasi udara, jumlah penumpang saat libur Imlek diperkirakan mencapai 1.744.820 orang. Dengan rata-rata pengeluaran Rp1 juta per orang, maka menghasilkan potensi transaksi sekitar Rp1,744 triliun. 

Sementara itu, penumpang kereta api diproyeksikan mencapai 1 juta orang dengan rata-rata harga tiket Rp150 ribu atau setara Rp150 miliar. Adapun kereta cepat Whoosh dengan estimasi 25 ribu penumpang dan harga tiket rata-rata Rp250 ribu memberikan tambahan perputaran uang sekitar Rp6,25 miliar.

Dari sektor ritel, berdasarkan data Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), target transaksi selama periode Imlek hingga Ramadan dan Idulfitri mencapai Rp53,38 triliun. Jika diasumsikan lima persen di antaranya terjadi saat libur Imlek, maka potensi transaksi ritel pada periode ini sekitar Rp2,669 triliun.

"Dengan demikian, total potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp9,06 triliun," kata dia.

Kendati demikian, nilai tersebut belum termasuk pengeluaran untuk tol, bahan bakar kendaraan pribadi, maupun transportasi laut dan penyeberangan.

Sumbangan sektor pariwisata

Sarman berpandangan sektor pariwisata beserta turunannya juga turut menikmati peningkatan omzet, mulai dari destinasi wisata, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, kafe, logistik, hingga mobil travel.

Selain itu, pedagang pernak-pernik Imlek dan buah-buahan khas seperti jeruk mandarin, apel, delima, nanas, buah naga merah, ikan bandeng, kue keranjang, serta minuman khas Tionghoa. Permintaan buah-buahan tersebut diperkirakan meningkat sekitar 30 persen selama periode perayaan.

Lebih lanjut, Sarman menilai perputaran uang ini akan mendorong konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,5 persen. 

"Ini optimistis bisa tercapai karena selesai libur Imlek akan berlanjut bulan Ramadhan dan perayaan Iduel Fitri 1447 Hijriah," jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang kuat akan menjadi modal penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 2026 di kisaran 5,4 sampai dengan 5,6 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)