Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui Soal Sistem PayLater

Sistem PayLater kian populer di Indonesia karena dianggap sebagai pembayaran fleksibel yang memungkinkan pengguna untuk membeli barang sekarang dan membayar nanti (Foto:Dok.GoPay)

Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui Soal Sistem PayLater

Rosa Anggreati • 20 February 2026 21:22

Jakarta: Sistem Pay Later kian populer di Indonesia. Hal ini karena PayLater dianggap sebagai pembayaran fleksibel yang memungkinkan pengguna untuk membeli barang sekarang dan membayar nanti. PayLater juga mudah Anda temukan di berbagai platform. Salah satunya adalah melalui Aplikasi GoPay yang menyediakan fitur pembayaran ini melalui layanan GoPay Later.

Namun, di balik kemudahannya, PayLater memiliki risiko yang perlu dipahami agar tidak menimbulkan masalah keuangan. Lantas, apa saja yang perlu Anda ketahui soal sistem PayLater? Berikut adalah tujuh hal penting yang wajib diketahui sebelum menggunakannya.

1. Apa itu PayLater?

PayLater adalah layanan pembayaran yang memungkinkan pengguna bertransaksi sekarang dan membayar di kemudian hari dengan tenor tertentu. Konsepnya mirip kartu kredit namun lebih sederhana karena berbasis aplikasi digital tanpa kartu fisik. Layanan ini banyak digunakan di berbagai platform, mulai dari e-commerce hingga transportasi online.
PayLater adalah layanan yang memungkinkan Anda untuk mengatur keuangan lebih fleksibel serta membantu mengatur cash flow. Meski fleksibel, penting dipahami bahwa PayLater tetap merupakan bentuk utang yang wajib dilunasi sesuai ketentuan agar tidak menjadi beban finansial.

2. Cara Kerja Sistem PayLater

Sistem ini bekerja dengan memberikan limit kredit kepada pengguna untuk bertransaksi di aplikasi atau merchant mitra. Setelah transaksi, pengguna menerima tagihan sesuai tenor yang dipilih, mulai dari 1 bulan hingga cicilan 12 bulan. Oleh karena itu, memahami mekanisme pembayaran dan tanggal jatuh tempo sangat krusial untuk menghindari tumpukan utang.
Pembayaran dilakukan secara digital melalui aplikasi atau transfer bank. Jika pengguna terlambat membayar, penyedia layanan akan mengenakan denda atau bunga tambahan.
 

3. Keuntungan Menggunakan PayLater

Keuntungan utama PayLater adalah pembayaran yang fleksibel, memungkinkan pembelian barang meski dana belum mencukupi. Proses aktivasinya pun cepat dan mudah, hanya membutuhkan verifikasi identitas tanpa survei fisik rumit. Layanan ini membantu mengatur keuangan jangka pendek untuk kebutuhan mendesak. Lebih dari itu, banyak platform menawarkan promo khusus seperti diskon atau cashback.
Namun, keuntungan ini hanya bermanfaat jika pengguna disiplin membayar tagihan tepat waktu. Jadi, pastikan Anda melakukan pembayaran secara disiplin.

4. Risiko dan Tantangan PayLater

Di balik kemudahannya, PayLater memiliki risiko seperti bunga atau biaya keterlambatan yang tinggi jika pengguna gagal bayar tepat waktu. Akumulasi biaya ini bisa membuat total pembayaran membengkak jauh dari harga asli. Penggunaan berlebihan tanpa diimbangi kemampuan membayar juga dapat memicu masalah keuangan serius. Selain itu, terdapat risiko keamanan data pribadi jika pengguna tidak hati-hati memilih layanan. Penggunaan yang bijak dan selektif sangat diperlukan untuk menghindari risiko tersebut.

5. Regulasi dan Perlindungan Konsumen

Layanan PayLater di Indonesia diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia untuk menjamin keamanan konsumen. Regulasi ini mencakup transparansi biaya, bunga, serta mekanisme penagihan yang etis. Pengguna berhak mendapatkan informasi jelas mengenai syarat dan ketentuan sebelum menggunakan layanan. Selain itu, terdapat aturan perlindungan data pribadi untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak ketiga. Regulasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang aman bagi pengguna.

6. Tips Menggunakan PayLater Secara Bijak

Agar tidak terjebak masalah keuangan, gunakan PayLater hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan keinginan impulsif. Perhatikan tenor dan besaran bunga agar cicilan tidak memberatkan arus kas. Pastikan Anda memiliki dana alokasi untuk membayar tagihan sebelum jatuh tempo. Hindari penggunaan untuk gaya hidup konsumtif di luar kemampuan finansial. Dengan disiplin dan perencanaan matang, PayLater dapat menjadi solusi keuangan yang membantu, bukan menjerat.
 


7. Tren PayLater di Indonesia

PayLater semakin populer di Indonesia, terutama di kalangan milenial dan Gen Z yang akrab dengan layanan digital. Banyak platform e-commerce dan fintech menawarkan fitur ini untuk mengakomodasi perubahan perilaku konsumen yang mengutamakan fleksibilitas pembayaran. Namun, tren pertumbuhan ini juga menuntut pengawasan regulator untuk memastikan tidak timbul masalah sistemik di sektor keuangan akibat risiko gagal bayar yang mungkin terjadi.
PayLater menawarkan kemudahan transaksi digital, namun memiliki risiko finansial yang harus diwaspadai. Dengan memahami cara kerja, keuntungan, risiko, serta regulasi yang berlaku, pengguna dapat memanfaatkan layanan ini secara bijak. PayLater harus diperlakukan sebagai alat manajemen keuangan yang memerlukan tanggung jawab penuh.



Jika Anda ingin mencoba layanan PayLater dengan aman dan mudah, gunakan aplikasi GoPay. Dengan GoPay, Anda bisa menikmati berbagai fitur pembayaran digital termasuk PayLater yang praktis dan terpercaya.

GoPay Later adalah solusi pembayaran cicilan fleksibel yang memungkinkan Anda untuk melakukan transaksi sekarang dan membayarnya di kemudian hari dengan pilihan tenor hingga 45 hari. Layanan ini telah terintegrasi di berbagai platform seperti Gojek, Tokopedia, serta merchant QRIS, dan dikelola oleh PT Multifinance Anak Bangsa yang berizin serta diawasi oleh OJK.

GoPay Later memiliki saldo maksimal hingga 30 juta dengan skema pembayaran tenor 1,3,6 dan 12 kali dengan metode pembayaran yang bervariasi, mulai dari GoPay, BCA Virtual Account dan 50 jenis pembayaran lainnya di Tokopedia. layanan PayLater dari GoPay.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)