Tarique Rahman Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri ke-11 Bangladesh

Tarique Rahman resmi dilantik sebagai PM ke-11 Bangladesh pada Selasa, 17 Februari 2026. (Anadolu Agency)

Tarique Rahman Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri ke-11 Bangladesh

Willy Haryono • 17 February 2026 18:53

Dhaka: Pemimpin Partai Nasional Bangladesh (BNP) Tarique Rahman resmi dilantik sebagai perdana menteri ke-11 Bangladesh pada Selasa, 17 Februari 2026.

Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin memimpin pengambilan sumpah jabatan Rahman dan kabinet beranggotakan 49 orang di depan gedung parlemen di ibu kota Dhaka.

Sebelumnya pada hari yang sama, sebanyak 297 anggota parlemen, termasuk dari blok yang dipimpin Bangladesh Jamaat-e-Islami, juga diambil sumpahnya untuk parlemen ke-13.

Parlemen ini dipilih dalam pemilu bersejarah pekan lalu, yang merupakan pemilu pertama sejak pemberontakan 2024 yang menggulingkan pemerintahan Liga Awami setelah berkuasa selama 15 tahun.

Sejumlah pemimpin dan pejabat asing turut menghadiri upacara pelantikan, bersama pemimpin pemerintahan sementara sekaligus peraih Nobel, Muhammad Yunus, dan timnya.

Presiden Maladewa Mohamed Muizzu, Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay, Menteri Perencanaan Pakistan Ahsan Iqbal, serta Wakil Menteri Inggris Seema Malhotra termasuk di antara tamu asing yang hadir.

Pemerintahan sementara telah memimpin negara tersebut sejak 8 Agustus 2024, setelah pemimpin Liga Awami sekaligus mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina melarikan diri ke India pada 5 Agustus.

Yunus dan pemerintahannya kemudian menggelar pemilu pekan lalu, yang menghasilkan pemerintahan terpilih pertama Bangladesh dalam 18 bulan terakhir.

Liga Awami dilarang mengikuti pemilu tersebut, sementara BNP dan sekutunya meraih mayoritas dua pertiga dengan memenangkan 212 kursi.

Dari total 300 kursi parlemen, pemilu untuk tiga kursi ditunda, sementara 50 kursi tambahan yang diperuntukkan bagi perempuan akan dialokasikan kepada partai-partai berdasarkan persentase suara yang diperoleh.

Lebih dari 127,6 juta warga Bangladesh memenuhi syarat untuk memilih dalam pemilu tersebut, dengan tingkat partisipasi mencapai 59,44 persen, meningkat dari 41,8 persen pada pemilu Januari 2024.

Referendum yang digelar bersamaan mengenai reformasi konstitusi juga memperoleh dukungan luas, dengan lebih dari 60 persen pemilih menyetujui usulan tersebut.

Baca juga:  Indonesia Ucapkan Selamat atas Pemilu Bangladesh, Siap Perkuat Kerja Sama

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)