Punya Utang Rp4,7 Triliun, Danantara Bakal Bantu INKA Lewat Suntikan Modal

Ilustrasi, para pekerja tengah mempersiapkan kereta buatan PT INKA. Foto: dok LPEI.

Punya Utang Rp4,7 Triliun, Danantara Bakal Bantu INKA Lewat Suntikan Modal

Husen Miftahudin • 30 September 2026 10:17

Jakarta: Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pihaknya menyiapkan tambahan modal untuk memperkuat kinerja PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
 
Tambahan modal tersebut menjadi bagian dari transformasi BUMN sektor industri untuk mendukung pengembangan transportasi publik berbasis kereta api di Indonesia.
 
"Karena memang transformasi transportasi publik kita itu akan lebih banyak di kereta api, maka kita dorong transformasi INKA-nya juga berjalan baik," kata Dony di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 30 September 2026.
 
Dony menjelaskan sejumlah langkah perbaikan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi INKA. Menurutnya, kapasitas perusahaan saat ini belum mencukupi kebutuhan pengadaan sarana perkeretaapian nasional.
 
Pembenahan dinilai diperlukan seiring dengan perkembangan transportasi publik berbasis kereta api. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing. Namun, upaya peningkatan kapasitas produksi INKA masih menghadapi tantangan dari sisi keuangan.
 

 

INKA punya utang Rp4,7 triliun

 
Dony mengatakan kondisi keuangan INKA perlu dibenahi karena perusahaan memiliki ekuitas negatif dan pinjaman tidak berkelanjutan (unsustainable loan) sekitar Rp4,7 triliun.
 
"Nah, saat ini kapasitas mereka belum cukup untuk itu. Karena itu, sedang kita lakukan nanti improvement di situ, termasuk juga penambahan modal karena kan mereka itu sebetulnya punya financial problem juga INKA itu. Ya, equity-nya negatif, ada unsustain loan Rp4,7 triliun," ucap Dony.
 
Menurut Dony, penyehatan keuangan menjadi salah satu langkah yang diperlukan sebelum INKA meningkatkan kapasitas produksinya. Pembenahan tersebut juga ditujukan untuk memperkuat daya saing industri perkeretaapian nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.


INKA Genjot Kemajuan SDM untuk Industri Perkeretaapian

(Ilustrasi, aktivitas pekerja PT INKA. Foto: Medcom.id/Amaluddin)

 

Pembenahan menyeluruh

 
Meski menyiapkan tambahan modal, Dony belum menyampaikan besaran modal yang akan diberikan kepada INKA maupun waktu penyalurannya. Ia mengatakan pembenahan akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kondisi keuangan dan kapasitas industri perusahaan.
 
"Jadi semua dirapikan. INKA itu juga punya masalah keuangan. Nah, karena itu kita harus benahi ya, supaya nanti ke depannya INKA ini bisa menjadi industri transportasi publik kita," kata Dony.
 
Danantara berharap rangkaian pembenahan dan tambahan modal tersebut dapat memperkuat posisi INKA dalam mendukung pengembangan industri transportasi publik berbasis kereta api di Indonesia.

(Husen Miftahudin)