Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (Anadolu Agency)
Hegseth Perintahkan Pentagon Lindungi Pemilu Sela AS dari Ancaman Asing
Willy Haryono • 29 September 2026 09:02
Washington: Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menandatangani memorandum yang mengarahkan Departemen Pertahanan AS mengerahkan kemampuan siber dan intelijen untuk melindungi infrastruktur pemilu Amerika Serikat dari “ancaman asing” menjelang pemilu paruh waktu atau midterm elections. Demikian disampaikan Pentagon pada Senin.
Arahan tersebut meminta US Cyber Command dan badan-badan pendukung operasi Departemen Pertahanan memprioritaskan kemampuan intelijen dan siber untuk mengidentifikasi, mengganggu, dan menangkal campur tangan asing dalam proses demokrasi AS.
“Pemilu yang bebas dan adil merupakan fondasi republik kita,” kata juru bicara utama Pentagon Sean Parnell dalam sebuah pernyataan.
Menurut Parnell, US Cyber Command dan tim intelijen pertahanan akan bekerja bersama mitra di tingkat federal, negara bagian, dan lokal untuk menjaga integritas sistem pemungutan suara AS.
“Dengan bekerja secara terpadu dengan mitra federal, negara bagian, dan lokal, US Cyber Command dan tim intelijen pertahanan kami akan mempertahankan integritas sistem pemungutan suara Amerika, mengungkap pengaruh asing yang merugikan, dan memastikan proses demokrasi kita tetap aman dari manipulasi eksternal, sembari melindungi kebebasan fundamental rakyat Amerika,” ujarnya.
Komandan US Cyber Command sekaligus Direktur National Security Agency, Jenderal Joshua M. Rudd, mengatakan kedua organisasi tersebut bekerja sama secara erat untuk mengidentifikasi dan menghadapi ancaman siber yang menargetkan AS.
Baca juga: Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Tercapai setelah Pemilu Sela AS