Kemenkes Tegaskan Lonjakan Kasus Influenza Merupakan Tren Musiman

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni. Foto: Tangkapan layar.

Kemenkes Tegaskan Lonjakan Kasus Influenza Merupakan Tren Musiman

Metro TV • 28 September 2026 18:33

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi peningkatan kasus influenza yang terjadi belakangan ini. Kemenkes menegaskan lonjakan kasus pada pertengahan September 2026 merupakan pola tren musiman (seasonal pattern) yang wajar dan kondisinya masih tergolong sedang serta terkendali.

“Tipenya sebenarnya influenza itu adalah seasonal atau musiman, dan biasanya akan meningkat kalau kita lihat di sini sekitar September sampai akhir tahun ya,” ujar Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni, dalam konferensi pers daring, Senin, 28 September 2026.
 


Andi menjelaskan bahwa pola kenaikan kasus influenza di Indonesia sejalan dengan situasi global maupun negara tetangga di kawasan ASEAN. Berdasarkan data pemantauan Kemenkes, kasus flu di Tanah Air memang rutin mengalami lonjakan setiap memasuki bulan September hingga Oktober.

Meskipun pada September 2026 tercatat lonjakan hingga 56 persen, puncaknya masih lebih rendah dibandingkan puncak tren pada 2023 yang sempat menyentuh angka 68 persen.

Lebih lanjut, Andi menyampaikan bahwa sebagian besar pasien yang berobat jalan ke puskesmas hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Sementara itu, tingkat keterisian rumah sakit untuk pasien flu tergolong masih sangat rendah.


Ilustrasi pencegahan penyakit menular. Foto: Dok. Antara.

Pada kesempatan tersebut, Kemenkes juga meluruskan isu mengenai ancaman "Super Flu" yang belakangan meresahkan publik. Andi menegaskan istilah tersebut tidak dikenal dalam kamus resmi Kemenkes maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Istilah tidak ada nomenklaturnya di WHO maupun di Kementerian Kesehatan, namun itu istilah awam super flu atau merujuk sebenarnya kepada Influenza A(H3N2), ya. Dan itu bukan dominan di Indonesia, ya,” kata Andi.

Andi pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan dengan membiasakan cuci tangan menggunakan sabun serta mengenakan masker saat sakit atau berada di keramaian. Perhatian ekstra juga dianjurkan bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta (komorbid).

(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Fachri Audhia Hafiez)