Konferensi pers Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan menggelar Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Kemenbud Gelar Konferensi Musik Indonesia 2026 di Makassar
Metro TV • 13 October 2026 18:25
Jakarta: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan menggelar Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema "Gerak Seirama" sebagai upaya memperkuat ekosistem musik nasional.
“Nah, tahun ini paling enggak, dengan semangat yang progresif, temanya Gerak Seirama. Misinya kira-kira bergerak bersama mengimplementasikan ekosistem musik Indonesia yang berdaulat,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di acara Taklimat Media Konferensi Musik Indonesia 2026 di Graha Utama Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
Fadli menyampaikan bahwa gelaran KMI 2026 ditargetkan menghadirkan sekitar 400 delegasi. Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di dua lokasi utama di Makassar, yaitu Hotel Claro Makassar dan kawasan bersejarah Benteng Fort Rotterdam.
Dia menyoroti kekayaan keberagaman budaya (megadiversity) Indonesia yang didukung oleh lebih dari 1.300 etnis. Masing-masing etnis memiliki akar tradisi musik yang unik dan menjadi kekuatan besar bagi industri musik tanah air.
“Dari 1.340 etnis saya kira masing-masing mempunyai musiknya sendiri, mempunyai warnanya sendiri, mempunyai akar tradisi, bahkan di dalamnya juga mungkin ada ritus, ada mantra, ada macam-macam, ada tradisi lisan yang didendangkan dan juga sebagainya,” tutur Fadli.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Selain faktor keanekaragaman budaya, Fadli menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi di era digital menjadi kunci utama yang membuat batas akses terhadap musik semakin terbuka lebar. Hal ini menjadi peluang emas bagi seluruh pelaku ekosistem musik nasional, mulai dari pencipta lagu, penyanyi, produser, hingga industri secara keseluruhan.
“Ada juga kalau bicara perjalanan musik Indonesia, saya kira dari sisi sejarah tidak bisa dipisahkan dari kemajuan teknologi informasi, terutama dari kemajuan dunia yang kemudian melonjak ya, menjadi dunia digital,” kata Fadli.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)