Kepala BGN, Sudaryono. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Sudaryono Ungkap Distribusi Bahan Baku jadi Tantangan Pelaksanaan MBG
Achmad Zulfikar Fazli • 29 October 2026 14:03
Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan distribusi bahan makanan menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wilayah yang menjadi perhatian BGN berada di luar Pulau Jawa.
“Tantangan yang besar adalah ketidakmerataan sumber-sumber bahan-bahan kita,” kata Kepala BGN, Sudaryono, dalam agenda Refleksi 100 Hari Kepemimpinan Kepala BGN di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut Sudaryono, minimnya sistem distribusi makanan dengan teknologi pendingin (cold chain) berimplikasi langsung pada kualitas pangan yang disajikan. Keterbatasan sarana cold chain memicu bahan baku makanan rentan terkontaminasi bakteri.
“Sehingga banyak kemudian di beberapa titik, beberapa tempat di Sulawesi kemudian mengalami gangguan kesehatan, karena bahan baku ayamnya tidak frozen, tidak dingin, sehingga bakteri berkembang di situ,” terang Sudaryono.
BGN menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna mempercepat penyediaan infrastruktur cold chain secara merata. Kesediaan fasilitas penyimpanan berpendingin ini krusial untuk menjaga kesegaran makanan, khususnya di wilayah dengan jarak distribusi relatif jauh.
“Kami sudah sampaikan ke beberapa kementerian lembaga lain adalah ketersediaan fasilitas cold chain untuk misalnya untuk protein hewani kita di wilayah-wilayah di luar Jawa yang jauh-jauh,” jelas Sudaryono.
_%20Foto-%20Dok_%20Badan%20Gizi%20Nasional%20(BGN)(2).jpg)
Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto- Dok. Badan Gizi Nasional (BGN)
Di balik berbagai tantangan logistik yang dihadapi, Sudaryono menyebut program MBG menjadi katalisator untuk membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
“Ini menjadi sebuah masalah tapi juga sebuah tantangan, dan juga sebuah peluang, artinya MBG adalah program emerging market program besar menjangkau ke mana-mana yang bisa menumbuhkan kreativitas usaha-usaha baru,” ujar Sudaryono.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)