Pakta Pertahanan Makkah Sepakat Kerahkan Pasukan ke Arab Saudi Hadapi Houthi

Pakta Pertahanan Makkah persiapkan pasukan Arab Saudi untuk hadapi Pemberontak Houthi. Foto: Anadolu

Pakta Pertahanan Makkah Sepakat Kerahkan Pasukan ke Arab Saudi Hadapi Houthi

Muhammad Reyhansyah • 6 October 2026 09:32

Riyadh: Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat mengaktifkan “langkah-langkah pencegahan bersama” berdasarkan pakta pertahanan Makkah serta mempercepat pengerahan pasukan ke Arab Saudi untuk menghadapi serangan kelompok Houthi.

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, 5 Oktober 2026 setelah para menteri pertahanan dan luar negeri ketiga negara menggelar pertemuan darurat di Riyadh. Ini menjadi kali pertama Mecca Alliance for Defence diaktifkan sejak pakta tersebut ditandatangani pada 7 Agustus.

Pakta tersebut menyatakan serangan terhadap salah satu dari ketiga negara akan diperlakukan sebagai serangan terhadap seluruh anggota, menyerupai ketentuan utama dalam perjanjian pendirian NATO.

“Komite menyepakati untuk mengaktifkan langkah-langkah pencegahan bersama dalam kerangka aliansi sebagai respons terhadap serangan dan seluruh pihak yang bertanggung jawab atasnya,” kata Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman melalui media sosial, dikutip dari Al Jazeera, Selasa, 6 Oktober 2026.

Ia mengatakan aliansi tersebut kembali menegaskan solidaritas dan persatuan ketiga negara dalam menghadapi serangan terhadap Arab Saudi dan situs-situs suci.

Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Pakistan, ketiga negara menyatakan akan “menyediakan pasukan dan kemampuan militer yang telah disepakati serta memastikan pengerahan cepat” ke Arab Saudi.

Komitmen tersebut akan dilaksanakan berdasarkan pengaturan yang telah disetujui dan sesuai dengan hukum masing-masing negara.

Yaman Lancarkan Serangan Balik

Pengumuman pengaktifan pakta pertahanan itu disampaikan beberapa jam setelah pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melancarkan serangan balik untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi sejak bulan lalu.

Pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi mengatakan telah merebut kembali Kota Mokha di pesisir Laut Merah dan kini menguasai Selat Bab el-Mandeb yang strategis.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi keterlibatannya dalam ofensif pemerintah Yaman tersebut. Koalisi mengatakan sekitar 100 jet tempurnya memberikan dukungan udara.

Sementara itu, Houthi mengklaim menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan kilang Aramco di kawasan pesisir Rabigh.

Kelompok tersebut juga mengklaim menyerang sejumlah lokasi lain, termasuk sebuah bandara, pangkalan udara, dan fasilitas penting lainnya. Namun, Riyadh belum mengonfirmasi klaim serangan tersebut.

Pakta Pertahanan Makkah

Pakta Pertahanan Makkah dibentuk di tengah meningkatnya konflik di kawasan yang dipicu perang AS dan Israel terhadap Iran.

Pakta pertahanan tersebut ditandatangani pada Agustus, tidak lama sebelum Houthi melancarkan ofensif di Yaman yang juga mencakup serangan terhadap target-target di Arab Saudi.

Berdasarkan Global Firepower Index 2026, ketiga anggota aliansi secara gabungan memiliki hampir 1,4 juta personel militer aktif, sekitar 3.400 pesawat militer, 6.000 tank, dan lebih dari 340 aset angkatan laut.

Kesepakatan awal tersebut belum menjelaskan secara rinci kewajiban militer masing-masing negara. Namun, langkah-langkah untuk memformalkan aliansi kemudian dilakukan.

Setelah Houthi meluncurkan rentetan rudal ke arah Arab Saudi pada awal September, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan serangan terhadap kerajaan dapat mengaktifkan pakta tersebut.

“Jika terjadi agresi yang tidak beralasan atau meluasnya apa pun yang terjadi di Yaman ke Arab Saudi, tentu perjanjian Makkah akan mulai berlaku,” kata Asif kepada Geo News.

Hingga Senin, aliansi tersebut belum mengambil tindakan. Para analis sebelumnya mengatakan Pakistan dan Turki enggan meninggalkan peran mereka sebagai mediator dalam perang AS-Israel terhadap Iran.

Abdulaziz Alghashian, peneliti senior nonresiden di Gulf International Forum, mengatakan keputusan mengaktifkan pakta pertahanan Makkah akan berdampak besar terhadap keamanan kawasan.

“Serangan dan provokasi Houthi dalam beberapa pekan dan bulan terakhir benar-benar mempercepat aliansi Makkah, bahkan menginspirasinya,” kata Alghashian kepada Al Jazeera.

Menurutnya, perkembangan tersebut juga membantu mendorong pembentukan struktur aliansi dan memberikan gambaran mengenai terbentuknya arsitektur keamanan regional baru.

(Fajar Nugraha)