Pasukan Pakistan dalam sebuah tugas penjagaan. Foto: Anadolu
Militer Pakistan Tegaskan Pasukannya Telah Lama Beroperasi di Arab Saudi
Muhammad Reyhansyah • 9 October 2026 08:26
Islamabad: Militer Pakistan mengonfirmasi pasukannya telah berada di Arab Saudi dan beroperasi dalam berbagai kemampuan militer berdasarkan kerja sama bilateral yang telah berlangsung selama puluhan tahun serta kesepakatan Pakta Pertahanan Makkah yang baru dibentuk.
Dalam wawancara dengan CNN, juru bicara militer Pakistan Letjen Ahmed Sharif Chaudhry mengatakan keberadaan pasukan Pakistan di Saudi bukan hal baru. Menurutnya, personel militer kedua negara telah menjalankan operasi bersama selama beberapa dekade.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa pasukan Pakistan sudah berada di sana (Kerajaan Arab Saudi). Itu yang dapat saya sampaikan kepada Anda,” kata Chaudhry, ketika ditanya mengenai pengerahan pasukan berdasarkan aliansi pertahanan bersama.
“Pasukan Pakistan telah berada di sana selama beberapa dekade, dan berbagai kemampuan juga telah berada di Arab Saudi selama beberapa dekade,” ujar Chaudhry, dikutip dari TRT World, Kamis, 8 Oktober 2026.
Chaudhry mengatakan Pakta Pertahanan Makkah merupakan bagian dari hubungan yang telah terjalin antara Pakistan, Arab Saudi, dan Turki.
“Aliansi Makkah ini bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ada hubungan diplomatik, politik, militer, dan hubungan antarmasyarakat yang berkelanjutan antara Pakistan, Arab Saudi, dan Turki,” katanya.
Pernyataan Chaudhry disampaikan setelah pertemuan Strategic-Political and Defence Committee of the Mecca Alliance for Defence di Riyadh pada 5 Oktober.
Pejabat dari Pakistan, Arab Saudi, dan Turki menghadiri pertemuan tersebut untuk membahas perkembangan keamanan serta ancaman yang diarahkan terhadap Saudi.
Pertemuan berlangsung setelah serangkaian serangan drone dan rudal oleh kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap infrastruktur sipil dan ekonomi di sejumlah wilayah Saudi.
Dalam pertemuan di Riyadh, ketiga negara kembali menegaskan penolakan terhadap serangan yang mengancam kedaulatan dan integritas wilayah Arab Saudi.
Berdasarkan perjanjian bilateral yang ditandatangani pada September tahun lalu, Pakistan mengerahkan 8.000 tentara, satu skuadron jet tempur, serta baterai pertahanan udara untuk memperkuat Arab Saudi.