Perwakilan pemerintah Myanmar menyerahkan paket dari Raja Charles III ke Aung San Suu Kyipada Senin, 19 Oktober 2026. (Myanmar President Spokesperson Office)
Aung San Suu Kyi Terima Paket Buku dan Surat dari Raja Charles III
Willy Haryono • 20 October 2026 19:27
Naypyidaw: Pemimpin sipil Myanmar yang ditahan, Aung San Suu Kyi, telah menerima sebuah paket dari Raja Inggris Charles III.
Hal tersebut diumumkan pemerintahan junta Myanmar, yang juga merilis foto terbaru Suu Kyi untuk pertama kalinya dalam dua bulan.
Juru bicara kepresidenan Myanmar mengatakan melalui akun Facebook, yang dikutip Al Jazeera pada Selasa, 20 Oktober 2026, bahwa pejabat Kementerian Dalam Negeri telah menemui Suu Kyi pada Senin kemarin untuk menyerahkan paket berisi dua buku tentang tanah dan surat diplomatik tertutup dari Raja Charles III.
Inggris merupakan bekas penguasa kolonial Myanmar. Raja Charles juga dikenal memiliki ketertarikan terhadap berkebun dan lingkungan.
Pernyataan tersebut disertai dua foto yang memperlihatkan Suu Kyi bertemu dengan dua pria yang membelakangi kamera. Ruangan dalam foto itu tampak serupa dengan lokasi foto terakhir Suu Kyi yang dirilis pada Agustus, ketika ia bertemu perwakilan Palang Merah. Pertemuan tersebut menjadi pertemuan pertama Suu Kyi dengan pejabat asing yang dipublikasikan sejak ia digulingkan lebih dari lima tahun lalu.
Selasa lalu, otoritas Myanmar menyebut Suu Kyi sebagai “tahanan perempuan khusus”. Istilah tersebut menjadi sebutan baru bagi tokoh pro-demokrasi dan hak asasi manusia itu, yang reputasi internasionalnya merosot setelah ia menolak tuduhan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.
Suu Kyi digulingkan melalui kudeta militer pada 2021. Kudeta tersebut memicu perang saudara yang masih berlangsung dan telah menewaskan lebih dari 100.000 orang, menurut lembaga pemantau konflik ACLED.
Pemimpin kudeta sekaligus mantan kepala pemerintahan militer, Min Aung Hlaing, dilantik sebagai presiden sipil pada April setelah pemilihan umum yang tidak mengikutsertakan partai Suu Kyi. Suu Kyi kemudian dipindahkan ke tahanan rumah.
Suu Kyi masih ditahan atas sejumlah dakwaan yang menurut kelompok hak asasi manusia direkayasa untuk mengembalikan kekuasaan kepada militer, yang secara historis telah memerintah Myanmar sejak kemerdekaan.
“Saya telah sangat lunak terhadapnya,” kata Min Aung Hlaing dalam wawancara dengan majalah Time yang diterbitkan bulan lalu.
Masyarakat internasional, termasuk Inggris, telah menyerukan pembebasan Suu Kyi dan pemberian akses untuk menemuinya sebagai bagian dari upaya menyelesaikan krisis politik Myanmar. Namun, pemerintah Myanmar menolak seruan tersebut.
Baca juga: Junta Myanmar Tolak Seruan ASEAN Bebaskan Aung San Suu Kyi