Masuk Desil 9 atau 10, Masih Bisa Dapat Bansos?

Ilustrasi penerima bansos. Foto: dok MI.

Masuk Desil 9 atau 10, Masih Bisa Dapat Bansos?

Ade Hapsari Lestarini • 21 October 2026 16:18

Jakarta: Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan dalam menentukan sasaran penerima bantuan sosial (bansos). Melalui data tersebut, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi.

Berdasarkan laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos), setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga dalam urutan tingkat kesejahteraan. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula posisi kesejahteraan relatif keluarga tersebut dibandingkan keluarga lainnya dalam data.
 

Apa itu desil 9 dan 10?


Desil 9 dan 10 merupakan dua kelompok dengan peringkat kesejahteraan tertinggi dalam pengelompokan DTSEN. Keluarga yang masuk ke dalam kedua kelompok ini umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos reguler karena tingkat kesejahteraannya relatif lebih tinggi.

Berikut penjelasan mengenai kedua kelompok tersebut:
  • Desil 9: Kelompok keluarga yang berada pada peringkat kesembilan, yakni sekitar 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.
  • Desil 10: Kelompok keluarga yang berada pada peringkat tertinggi, yakni sekitar 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
 

Apa saja faktor penentu desil?


Penetapan desil didasarkan pada sejumlah indikator sosial ekonomi keluarga. Kemensos menyebutkan, indikator tersebut meliputi kondisi individu, seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi tempat tinggal, termasuk keadaan rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset.

Peringkat desil juga dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi masyarakat. Jika informasi desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data melalui pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos. Selanjutnya, data tersebut akan melalui proses penghitungan ulang secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Meski demikian, desil merupakan ukuran kesejahteraan relatif, bukan penetapan berdasarkan batas nominal gaji, pendapatan, atau jumlah kekayaan tertentu. Penilaian kesejahteraan mempertimbangkan berbagai indikator sosial dan ekonomi.
 

Apakah desil 9 dan 10 masih bisa menerima bansos?


Keluarga yang masuk desil 9 dan 10 umumnya bukan kelompok prioritas penerima bansos yang ditujukan bagi masyarakat miskin dan rentan. Namun, kelayakan menerima bantuan tetap perlu dilihat berdasarkan ketentuan masing-masing program.

Penetapan penerima bansos tidak cukup hanya dengan melihat satu indikator. Persyaratan program, kondisi sosial ekonomi keluarga, serta hasil pemutakhiran data perlu menjadi perhatian.

Karena itu, masyarakat dapat memeriksa status desil dan informasi kepesertaan bansos melalui kanal resmi Cek Bansos Kemensos. Status desil juga tidak sebaiknya dianggap sebagai keputusan permanen yang berlaku tanpa perubahan.


Ilustrasi. Foto: dok Kemensos.
   

Status desil bisa berubah


Pengelompokan desil dapat berubah seiring pemutakhiran DTSEN. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa DTSEN bersifat dinamis dan diperbarui untuk meningkatkan akurasi data sosial dan ekonomi masyarakat.

Perubahan dapat terjadi apabila kondisi keluarga yang tercatat dalam data berbeda dari keadaan terbaru di lapangan. Sejumlah informasi yang dapat menjadi bagian dari penilaian sosial ekonomi antara lain pekerjaan, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, pendidikan, kesehatan, dan jumlah tanggungan keluarga.

Dengan demikian, masyarakat yang merasa status desilnya tidak sesuai dengan kondisi terkini dapat menelusuri mekanisme pemutakhiran data melalui kanal resmi pemerintah. Perubahan status tetap bergantung pada proses verifikasi dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.
 

Cara cek desil bansos 2026


Pengecekan desil bansos dapat dilakukan melalui dua cara, yakni lewat situs resmi Cek Bansos Kemensos atau aplikasi Cek Bansos. Berikut langkah-langkahnya.
 

1. Melalui laman cekbansos.kemensos.go.id


Mengutip laman resmi Cek Bansos Kemensos, masyarakat dapat mengecek informasi desil dengan memasukkan NIK KTP. Berikut tahapan yang perlu dilakukan:
  • Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id melalui browser di HP.
  • Masukkan 16 digit NIK sesuai dengan yang tercantum pada KTP.
  • Ketik huruf kode yang ditampilkan pada layar.
  • Jika kode sulit dibaca, klik ikon untuk memunculkan kode baru.
  • Tekan tombol “Cari Data”.
  • Sistem akan menampilkan informasi berdasarkan data yang tercatat dalam DTSEN, termasuk keterangan desil.
 

2. Melalui aplikasi Cek Bansos


Selain melalui situs web, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos dari Kemensos. Berikut cara mengeceknya:
  • Unduh aplikasi Cek Bansos resmi melalui Google Play Store atau App Store.
  • Buka aplikasi, kemudian pilih menu "Cek Bansos".
  • Masukkan 16 digit NIK KTP dengan benar.
  • Klik tombol "Cari Data".

Sistem akan menampilkan informasi penerima, termasuk keterangan peringkat desil dan status penyaluran bansos. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Ade Hapsari Lestarini)