Korsel Perintahkan Respons Tegas terhadap Provokasi Korut di Perbatasan

Situasi di perbatasan darat Korea Selatan dan Korea Utara. (Anadolu Agency)

Korsel Perintahkan Respons Tegas terhadap Provokasi Korut di Perbatasan

Willy Haryono • 20 October 2026 13:09

Seoul: Kepala Staf Gabungan militer Korea Selatan, Jenderal Jin Yong-sung, memerintahkan pasukan untuk merespons secara tegas setiap provokasi Korea Utara.

Perintah itu dikeluarkan pada Selasa, 20 Oktober 2026, sehari setelah Pyongyang mengancam akan menambah pengerahan senjata dan kembali menyiarkan propaganda melalui pengeras suara di sepanjang perbatasan kedua negara yang dijaga ketat.

Menurut kantor berita Yonhap, Jin mengeluarkan instruksi tersebut saat mengunjungi satuan militer di garis depan bagian tengah.

Jin menolak tuduhan Korea Utara yang menyebut Seoul bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan setelah ledakan ranjau darat pada 21 September yang melukai tiga tentara Korea Selatan.

Ia mengatakan upaya Pyongyang menggambarkan operasi militer Korea Selatan yang sah sebagai provokasi tidak dapat diterima.

Jin memerintahkan pasukan untuk merespons dengan tegas setiap provokasi lanjutan dan pelanggaran perjanjian gencatan senjata, termasuk penyusupan melintasi Garis Demarkasi Militer.

Pada Senin, Kim Yo-jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, memperingatkan bahwa Pyongyang dapat kembali menyiarkan propaganda melalui pengeras suara dan mengerahkan tambahan senjata serang taktis di sepanjang perbatasan.

Kim menuduh Seoul menggunakan tembakan peringatan dan siaran pengeras suara untuk menghambat pekerjaan pembangunan benteng perbatasan Korea Utara.

Jin menyebut ledakan ranjau antipersonel yang dipasang Korea Utara pada September sebagai provokasi nyata sekaligus pelanggaran perjanjian gencatan senjata.

Insiden tersebut meningkatkan ketegangan di sekitar Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea. Secara teknis, kedua negara masih berada dalam keadaan perang karena Perang Korea pada 1950–1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian resmi.

Baca juga: Dikabarkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Pakaian

(Willy Haryono)