Karhutla di Pegunungan Argopuro yang terus dipantau petugas BKSDA pada Kamis, 15 Oktober 2026. ANTARA/HO-BKSDA Wilayah III Jember
Sejumlah Titik Api Terdeteksi di Pegunungan Argopuro
Silvana Febiari • 18 October 2026 14:25
Jember: Sejumlah titik api terdeteksi di Pegunungan Argopuro, termasuk di kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang. Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember, Purwantono, mengatakan petugas masih terus memantau titik api tersebut.
"Awalnya hanya terlihat sejumlah hotspot berkategori medium yang terkirim dari satelit. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, petugas harus mendekatinya dengan berjalan kaki melalui jalur Taman Kursi menuju sisi timur Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang," kata Purwantono, dilansir dari Antara, Minggu, 18 Oktober 2026.
Pada Rabu sore, 14 Oktober 2026, petugas menemukan empat titik api di lereng Gunung Gundil dan lereng timur Gunung Kerincing. Namun, medan Pegunungan Argopuro yang sulit membuat petugas harus mempertimbangkan kondisi api, akses, cuaca, dan keselamatan personel saat melakukan pemantauan.
"Pada Kamis (15 Oktober) malam, dari sisi timur tim lapangan melaporkan banyak titik api yang dapat diamati langsung. Dari Cikasur, api juga terlihat di bagian tengah dan barat kawasan. Dua lokasi mendapat perhatian lebih, Gunung Semen dan Gunung Pandu, karena posisi titik api relatif dekat dengan Savana Cikasur," tuturnya.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat Posko Pengendalian Kebakaran Hutan memutuskan memindahkan tim dari Cikasur ke Mata Air 2 yang dinilai lebih aman. "Hal itu bukan meninggalkan pekerjaan, namun keselamatan manusia harus tetap berada diutamakan saat arah dan perkembangan api semakin tidak pasti," ucapnya.

Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang atau Argopuro. (ksdae.kehutanan.go.id)
Ia menegaskan pengendalian kebakaran harus tetap mengutamakan keselamatan petugas. Sebab, tantangannya bukan hanya mendekati titik api, tetapi juga memastikan personel tidak terjebak saat kondisi di gunung berubah cepat.
“Api bisa berubah cepat mengikuti angin, vegetasi, dan medan. Ketika kondisi di sekitar Cikasur mulai berisiko, kami memilih menggeser tim ke lokasi yang lebih aman. Pemadaman penting, tetapi keselamatan personel tetap menjadi batas yang tidak boleh dilampaui,” jelasnya.
Hingga Minggu pagi, titik api masih terpantau di Pegunungan Argopuro. Petugas terus melakukan pemadaman di area yang dapat dijangkau dengan membuat sekat api atau ilaran, sambil tetap mengutamakan keselamatan.