Upacara pelepasan jenazah prajurit TNI korban jatuh helikopter Mi-17V5 menuju pesawat untuk diberangkatkan ke kampung halaman. Dok. Istimewa
Prajurit Korban Heli Mi-17V5 Dievakuasi, Jenazah Dibawa ke Kediri Besok 7 November
6 November 2026 23:14
Jakarta: Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo, korban kecelakaan helikopter Mi-17V5 HA-5232. Jenazah Sertu Anumerta Heri akan diberangkatkan menuju kampung halaman.
Sertu Anumerta Heri merupakan satu dari tiga personel yang gugur saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Evakuasi jenazah berlangsung lancar pada pukul 09.15 WIB, Jumat, 6 November 2026. Dari titik penemuan, jenazah langsung diangkut menggunakan speedboat milik Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung untuk persiapan pemulangan.
Pemulangan jenazah menuju Kediri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026. Penundaan penerbangan hingga besok dilakukan karena tim membutuhkan waktu penyiapan jenazah serta mengantisipasi kondisi cuaca buruk di wilayah Seruyan yang belum memungkinkan untuk penerbangan.
Sesuai rencana, pesawat Casa 212 Noreg A-9135 membawa jenazah dari Seruyan menuju Bandara Kediri. Setibanya di Kediri pada pukul 10.45 WIB, jenazah akan disambut dalam upacara militer yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.
Setelah prosesi penyambutan, jenazah dipindahkan ke rumah duka di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Danpuspenerbad Mayjen M. Masrukin dijadwalkan memimpin langsung upacara persemayaman di rumah duka pada pukul 13.00 WIB.
Sebagai penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum, upacara pemakaman secara militer digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek pada pukul 14.00 WIB. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto bertindak sebagai inspektur upacara dalam pemakaman prajurit gugur tersebut.
Kepala BNPB Beri Penghormatan Terakhir
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Kristomei Sianturi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita memberikan penghormatan terakhir kepada dua prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Semarang pada Kamis, 5 November 2026.
Kristomei bertolak ke Semarang setelah menghadiri kegiatan penerimaan bantuan pemadaman karhutla dari Pemerintah Australia di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan BNPB kepada personel yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas melindungi masyarakat dan lingkungan.
Di Lanumad Ahmad Yani, Kepala BNPB dan KSAD hadir dalam penyambutan jenazah Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar. Keduanya juga memberikan penghormatan kepada Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, yang jenazahnya dibawa menuju Bandung.
Sebelum dimakamkan, jenazah Kapten Nurhafiz disalatkan di Masjid Attaqwa, Kompleks Penerbad, Semarang. Upacara pemakaman militer berlangsung di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, dipimpin KSAD sebagai inspektur upacara dan dihadiri Kepala BNPB.
BNPB menyampaikan dukacita mendalam serta doa agar keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan dan ketabahan. Pengabdian para prajurit mendapat penghargaan sebagai bagian dari perjuangan kemanusiaan untuk mengatasi karhutla dan melindungi keselamatan masyarakat.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Tandyo dikutip dari keterangan pers TNI AD, Jumat, 6 November 2026.
%20Jenderal%20Tandyo%20Budi%20Revita_%20Dok_%20Istimewa.jpg)
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita. Dok. Istimewa
Para prajurit tersebut menjalankan misi pemadaman karhutla menggunakan helikopter Mi-17V5 TNI AD yang mengalami kecelakaan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026. Penghormatan terakhir di Semarang menjadi ungkapan kehilangan sekaligus penghargaan atas keberanian mereka dalam menjalankan tugas negara.
Bagi BNPB dan keluarga besar TNI AD, pengabdian tersebut menjadi pengingat untuk terus menjaga keselamatan personel yang berada di garis depan penanggulangan bencana. Doa bagi para almarhum dan dukungan moral kepada keluarga menyertai penghormatan atas jasa mereka.