Menko Polkam Dudung Abdurachman. Foto: Dok. Kemenko Polkam.
Prajurit TNI Gugur saat Padamkan Karhutla, Menko Polkam: Mereka Patriot Bangsa
Anggi Tondi Martaon • 5 November 2026 20:34
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan dukacita atas gugurnya dua prajurit TNI dalam tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Pengabdian dan pengorbanan mereka wujud nyata keberanian, kepedulian, dan dedikasi melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
"Atas nama pribadi dan keluarga besar Kemenko Polkam, serta selaku Ketua Pengarah Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla, saya menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya dua putra terbaik bangsa, Letkol Cpn (Anm.) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm.) Nurhafiz Akbar, dalam menjalankan tugas penanggulangan Karhutla di Kalimantan Tengah," ujar Dudung melalui keterangna tertulis, Kamis, 5 November 2026.
Dudung juga menyampaikan bahwa satu personel TNI lainnya, Serda Heri Prasetyo, hingga saat pernyataan disampaikan masih dalam proses pencarian. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan agar personel tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.
"Satu personel lainnya, Serda Heri Prasetyo, hingga saat ini masih dalam pencarian. Kita semua berdoa semoga yang bersangkutan segera ditemukan dalam keadaan selamat," ungkap Dudung.
Selain kedua prajurit TNI tersebut, Menko Polkam turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para petugas dan relawan penanggulangan Karhutla di sejumlah daerah sepanjang 2026. Di Kalimantan Tengah, para petugas dan relawan yang meninggal dunia adalah Akhmad Rizani, Ahmadin, dan Aries Sutio Luthfil Hadi.
Sedangkan di Kalimantan Selatan, pemerintah turut berdukacita atas meninggalnya Nurdin atau yang dikenal sebagai Amang Udin.
Di Jawa Timur, sejumlah petugas dan relawan yang meninggal dunia dalam tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan adalah Sukaris, Hendra Rony Wagiyanata, Wisnu Yuda Pratama, Sefriel Ardiansyah, Munawi, dan Suraji.
Sedangkan di Sulawesi Selatan, pemerintah menyampaikan penghormatan atas pengabdian almarhum Padayya.
Dudung menegaskan bahwa seluruh prajurit, petugas, dan relawan yang gugur merupakan pejuang kemanusiaan yang telah menunjukkan keberanian dan pengorbanan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
.jpeg)
Petugas TNI berupaya memadamkan karhutla. Foto: Antara.
Pengabdian mereka tidak hanya menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana. Namun, mencerminkan semangat kepedulian dan tanggung jawab untuk melindungi masyarakat serta lingkungan.
"Mereka semua adalah para pejuang penanggulangan Karhutla, sekaligus pejuang kemanusiaan yang telah mengabdikan diri untuk menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan," tegas Menko Polkam.
Lebih lanjut, Menko Polkam menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian, dedikasi, serta pengorbanan seluruh almarhum.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menganugerahkan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan," sebut Menko Polkam.
Menko Polkam menegaskan jasa dan pengabdian para prajurit, petugas, serta relawan penanggulangan Karhutla akan senantiasa dikenang sebagai bagian dari pengorbanan putra-putra terbaik bangsa dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
"Selamat jalan, para patriot bangsa. Jasa dan pengabdiannya akan senantiasa dikenang," ujar Menko Polkam.