Banjir Rendam Puluhan Rumah dan Jalan Provinsi di Padang Pariaman

Hujan deras yang disertai angin kencang pada Jumat sore (6/11) menyebabkan Sungai Batang Kamumuan, Sungai Batang Gasan, dan Sungai Batang Paingan, Sumatra Barat, meluap. Foto: BPBD

Banjir Rendam Puluhan Rumah dan Jalan Provinsi di Padang Pariaman

Lukman Diah Sari • 7 November 2026 10:00

Jakarta: Banjir merendam puluhan unit rumah dan akses jalan provinsi di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada Jumat sore, 6 November 2026. Bencana itu terjadi dipicu cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang, sehingga sungai meluap. 

"Menyebabkan meluapnya Sungai Batang Kamumuan, Sungai Batang Gasan, dan Sungai Batang Paingan. Luapan sungai memicu banjir," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi, Sabtu, 7 November 2026. 


Hujan deras yang disertai angin kencang pada Jumat sore (6/11) menyebabkan Sungai Batang Kamumuan, Sungai Batang Gasan, dan Sungai Batang Paingan, Sumatra Barat, meluap. Foto: BPBD

Dia menyebut sebanyak 81 unit rumah warga, dua fasilitas ibadah, dan 20 hektare lahan pertanian terendam banjir luapan. Selain itu, luapan sungai juga mengganggu akses jalan Provinsi Padang – Pasaman Barat di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Padang Pariaman. 

Meskipun tidak ada warga yang mengungsi, kebutuhan mendesak seperti terpal, selimut, kasur, kit kebersihan, kit keluarga, dan sembako sangat dibutuhkan. Kondisi terkini, kata Berton, menunjukkan hujan telah reda, banjir surut, dan arus lalu lintas kembali normal.

"Masyarakat mulai membersihkan sisa material lumpur," kata dia.

Menyikapi kejadian ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring berlangsungnya masa peralihan musim. Warga di kawasan rawan banjir dan tanah longsor diminta ekstra waspada, terutama saat hujan berintensitas tinggi melanda dalam durasi lama.

Masyarakat diharapkan menghindari aktivitas di sekitar lereng dan bantaran sungai saat kondisi cuaca memburuk. Warga juga diimbau segera menuju tempat aman apabila terdapat tanda-tanda bahaya atau arahan evakuasi dari petugas setempat.

Di sisi lain, pemerintah daerah didorong untuk memastikan saluran drainase berfungsi optimal, menormalisasi alur sungai, serta memeriksa dan memperkuat kondisi tanggul guna meminimalisasi risiko bencana alam.

(Lukman Diah Sari)