Ilustrasi. Foto: dok MI.
Dolar AS Menguat, Euro dan Poundsterling Melemah
Ade Hapsari Lestarini • 27 October 2026 08:18
New York: Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) menguat dalam perdagangan akhir pada Senin waktu setempat.
Melansir Xinhua, Selasa, 27 Oktober 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai mata uang AS tersebut terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,15 persen menjadi 101,959 pada pukul 15.00 waktu setempat (1900 GMT).
Dalam perdagangan akhir di New York, euro melemah menjadi 1,1183 dolar dari 1,1193 dolar pada sesi sebelumnya, sementara poundsterling turun menjadi 1,335 dolar dari 1,3371 dolar pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 157,43 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan 156,87 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8273 franc Swiss dari 0,8252 franc Swiss, serta menguat menjadi 1,402 dolar Kanada dari 1,4004 dolar Kanada. Dolar AS juga naik menjadi 9,951 krona Swedia dari 9,9424 krona Swedia.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Harga minyak dunia melemah
Di sisi lain, harga minyak dunia terpantau melemah di tengah harapan akan deeskalasi di Timur Tengah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup ke level USD101,76 per barel atau turun 1,46 persen.
Sementara harga minyak mentah Brent ditutup ke USD115,81 per barel atau turun 0,78 persen. Demikian dilansir Xinhua, Selasa, 27 Oktober 2026.
Penurunan harga minyak terjadi menyusul laporan mediator dari Qatar berada di Teheran untuk mendorong upaya deeskalasi yang dikoordinasikan oleh AS. Selain itu, Presiden AS Donald Trump pada Minggu menyatakan tidak akan ada serangan terhadap Iran pada hari tersebut.