Garis polisi dipasang di lokasi serangan di sebuah gereja di Yordania. (Anadolu Agency)
11 Negara Arab Kecam Serangan di Gereja Yordania yang Tewaskan 7 Orang
Willy Haryono • 24 October 2026 09:20
Amman: Negara-negara Arab mengecam keras serangan teroris terhadap para pelayat di sebuah gereja di Yordania selatan pada Jumat kemarin, seraya menyatakan solidaritas kepada Yordania dan menolak upaya yang dapat memicu perpecahan.
Mengutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 24 Oktober 2026, kecaman datang dari Lebanon, Suriah, Irak, Palestina, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Bahrain. Liga Arab serta Dewan Menteri Dalam Negeri Arab juga menyampaikan kecaman.
Menurut Direktorat Keamanan Publik Yordania, serangan tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya.
Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy mengecam serangan terhadap tempat ibadah sebagai “tindakan teroris yang tidak dapat diterima dan kejahatan yang dikutuk berdasarkan segala standar." Ia juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah Yordania untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara itu.
Fahmy menyerukan persatuan nasional untuk menghadapi upaya menyebarkan perselisihan, perpecahan, dan kekacauan.
Dewan Menteri Dalam Negeri Arab menyatakan “solidaritas penuh” kepada Yordania dan menyampaikan keyakinan terhadap kemampuan aparat keamanan negara tersebut untuk menangkap para pelaku.
Lebanon, Suriah, Irak, dan Palestina
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan serangan tersebut melanggar kesucian tempat ibadah serta penghormatan terhadap orang yang meninggal dan para pelayat.“Terorisme tidak memiliki agama maupun tanah air,” kata Aoun. Ia memperingatkan bahwa terorisme berupaya merusak kehidupan bersama dan menebar perpecahan.
Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan dukungan terhadap keamanan, stabilitas, dan persatuan nasional Yordania.
Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein menyampaikan solidaritas Baghdad melalui percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi.
Kepresidenan Palestina menyatakan bahwa penargetan warga sipil tak bersalah dan tempat ibadah merupakan kejahatan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Mereka menegaskan serangan tersebut tidak akan merusak persatuan rakyat Yordania.
Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh, Hamas, dan Komite Tinggi Urusan Gereja Kepresidenan Palestina turut mengecam serangan tersebut.
Komite itu menyerukan gereja-gereja Palestina membunyikan lonceng pada Jumat pukul 21.00. Komite juga mengajak umat Islam dan Kristen menghadiri pertemuan solidaritas pada Minggu pukul 11.00 di Lapangan Manger, Bethlehem.
Mesir, Arab Saudi, UEA, Oman, Kuwait, Qatar, dan Bahrain
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyatakan dukungan kepada Yordania dalam menghadapi “segala bentuk kekerasan dan terorisme." Kementerian Luar Negeri Mesir dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed al-Tayeb juga mengecam serangan tersebut.Arab Saudi dan UEA menolak tindakan terorisme yang bertujuan merusak keamanan Yordania. Oman mengecam kekerasan terhadap tempat ibadah dan tindakan meneror warga sipil.
Kuwait dan Qatar mendukung langkah-langkah Yordania untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara. Bahrain juga menyatakan dukungan terhadap upaya memburu para pelaku dan membawa mereka ke pengadilan.
Otoritas Yordania mengatakan sejumlah pria bersenjata yang identitasnya belum diketahui melepaskan tembakan ke Gereja Ortodoks Yunani St. George di Hamoud, Karak.
Stasiun televisi publik Al-Mamlaka TV, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa dua pelaku turun dari sebuah kendaraan dan melepaskan tembakan saat berlangsungnya pemakaman.
Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin Al Farrayeh mengatakan aparat keamanan bekerja sepanjang waktu untuk menemukan para penyerang. Ia menegaskan masih terlalu dini untuk membahas identitas dan afiliasi para pelaku.
Sementara itu, Raja Yordania Abdullah II menjanjikan hukuman paling berat bagi pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Baca juga: Serangan di Pemakaman Gereja Yordania Tewaskan 7 Orang, 27 Terluka