Ilustrasi. Foto: Dok MI
Mengapa Masyarakat Semakin Jarang Membawa Uang Tunai?
Eko Nordiansyah • 25 October 2026 13:08
Jakarta: Perkembangan teknologi pembayaran digital mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi. Kini, masyarakat dapat membayar berbagai kebutuhan menggunakan dompet digital, kartu debit, hingga Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tanpa harus membawa uang tunai.
Mengutip Universitas Medan Area, cashless society merupakan fenomena pergeseran kebiasaan masyarakat dari penggunaan uang tunai menuju metode pembayaran nontunai dengan memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari.
Studi Visa Consumer Payment Attitudes pada 2021 mengungkapkan, sebanyak 63 persen konsumen Indonesia mengaku semakin jarang berbelanja menggunakan uang tunai. Sementara itu, 66 persen responden menyatakan tidak lagi merasa perlu membawa uang tunai. Survei tersebut dilakukan pada 2020 sehingga perlu dipahami dalam konteks pandemi covid-19.
Alasan masyarakat jarang membawa uang tunai
Mengutip Visa dan Universitas Medan Area, berikut sejumlah alasan masyarakat semakin jarang membawa uang tunai.1. Transaksi lebih praktis dan cepat
Pembayaran digital memungkinkan masyarakat menyelesaikan transaksi tanpa perlu menyiapkan uang dengan nominal tertentu atau menunggu kembalian. Pembayaran dapat dilakukan melalui pemindaian kode QR, kartu debit, maupun aplikasi pada ponsel.Kemudahan ini membuat masyarakat dapat membayar berbagai kebutuhan sehari-hari tanpa harus mengambil uang tunai melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) terlebih dahulu.
Baca Juga :
Begini Cara Uang Menggerakkan Roda Perekonomian

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
2. Mengurangi risiko kehilangan uang
Membawa uang tunai dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kerugian apabila dompet hilang atau uang dicuri. Pembayaran digital menjadi alternatif karena masyarakat tidak perlu membawa banyak uang fisik saat bepergian.Meski demikian, transaksi digital tetap memiliki risiko, seperti penipuan dan penyalahgunaan akun. Masyarakat perlu menjaga kerahasiaan PIN serta kode OTP untuk melindungi keamanan transaksi.
3. Perubahan kebiasaan berbelanja
Pandemi Covid-19 turut mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pembayaran. Kekhawatiran terhadap penyebaran virus membuat sebagian konsumen mengurangi penggunaan uang fisik dan beralih ke metode pembayaran nontunai.Perubahan tersebut juga didukung oleh kebiasaan berbelanja secara daring yang memungkinkan konsumen menyelesaikan pembayaran melalui aplikasi tanpa perlu menggunakan uang tunai secara langsung.
4. Semakin banyak pilihan pembayaran digital
Perkembangan teknologi keuangan memberikan masyarakat berbagai pilihan metode pembayaran, mulai dari transfer bank, kartu debit, dompet digital, hingga QRIS.Pembayaran nontunai kini dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, termasuk berbelanja, memesan makanan, dan membayar layanan sehari-hari. Kondisi ini membuat masyarakat semakin terbiasa mengandalkan ponsel untuk menyelesaikan transaksi.
Meski demikian, uang tunai masih dibutuhkan ketika jaringan internet terganggu atau tempat usaha belum menyediakan fasilitas pembayaran digital. Fenomena cashless society bukan berarti masyarakat sepenuhnya meninggalkan uang tunai, melainkan semakin beralih ke metode pembayaran nontunai sesuai kebutuhan. (Selsha Septifanie Gunawan)