ilustrasi beras premium. Foto: dok Metrotvnews.com
Bos Bulog Sebut Beras Premium Bisa Dipakai untuk Program MBG
Husen Miftahudin • 30 September 2026 11:25
Jakarta: Perum Bulog menyatakan beras premium dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai arahan pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan beras premium yang digunakan untuk kebutuhan MBG akan menggunakan identitas Beras Kita Premium.
"Beras premium itu bisa untuk dipakai untuk MBG juga," kata Rizal seusai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 30 September 2026.
Menurut Rizal, penggunaan beras premium tersebut mengikuti arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
"Kalau beras MBG sesuai arahan Pak Mentan maupun Pak Menko, tetap menggunakan beras premium. Packaging-nya seperti ini, jadi Beras Kita Premium," ujar Rizal.
Beras premium berbeda dengan beras fortifikasi
Rizal mengatakan Bulog tidak menyiapkan produk tersendiri dengan label beras fortifikasi untuk pasokan MBG yang dimaksud. Ia juga belum merinci volume beras premium yang akan dialokasikan untuk program tersebut, waktu penyaluran, maupun mekanisme distribusinya kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menjelaskan Beras Kita Premium merupakan produk komersial Bulog. Produk tersebut tidak menggunakan beras dalam skema pelayanan publik atau public service obligation (PSO).
Pemerintah sebelumnya menyepakati penggunaan identitas Beras Kita untuk produk beras pemerintah, yakni Beras Kita Medium dan Beras Kita Premium. Beras Kita Medium menjadi identitas baru beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sedangkan Beras Kita Premium merupakan produk beras premium Bulog.
Kemasan Beras Kita Medium dan Beras Kita Premium dijadwalkan diluncurkan pada 20 Oktober 2026. Bulog menyatakan Beras Kita Premium dipasarkan tanpa subsidi, sedangkan Beras Kita Medium digunakan dalam program pemerintah.

(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
Beras fortifikasi untuk kelompok rentan
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menjelaskan beras fortifikasi secara umum bukan pengganti beras premium.
Beras fortifikasi ditujukan sebagai pangan khusus bagi kelompok rentan, antara lain balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat miskin.
Badan Pangan Nasional juga memperketat pengawasan terhadap produk beras fortifikasi setelah menemukan produk dengan klaim kandungan gizi yang tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan laboratorium.
Sebanyak 25 merek dari 11 pelaku usaha telah mendapatkan peringatan dan terpantau menghentikan produksinya pada awal September 2026.